Suhu Panas Musuh Inggris
Kamis, 15 Jun 2006 16:40 WIB
London - Para pendukung Inggris sih menyambut dengan suka cita suhu yang panas di Jerman saat ini. Tapi bagi David Beckham dan kawan-kawan, cuaca terik adalah musuh utama di lapangan.Selama Piala Dunia berlangsung suhu di Jerman selama pertandingan berkisar 28 hingga 34 derajat Celsius. Fans The Three Lions senang-senang saja dengan hal ini karena jarang-jarang mereka dapat cuaca cerah dengan suhu yang cocok untuk bermalas-malasan di kampung halamannya.Akan tetapi pemain Inggris yang terbiasa bermain di bawah suhu sekitar 15 derajat dengan langit kelabu, suhu yang panas menjadi semacam kutukan. Menjelang pertandingan melawan Trinidad & Tobago nanti malam di Nurenberg, Kamis (15/6/2006), tim Inggris sangat khawatir suhu akan mencapai 30 derajat Celsius seperti ramalan yang muncul.Ketika menang 1-0 melawan Paraguay hari Sabtu lalu, suhu mencapai 29 derajat Celsius, dan penampilan Inggris di babak kedua turun drastis. Semua pemain terus menerus minum air bila ada kesempatan. Botol-botol air ditaruh di pinggir lapangan untuk memudahkan pemain mencuri kesempatan minum. Sven Goran Eriksson mengakui bahwa faktor itu sangat mengganggu anak asuhannya. Dikatakan pemain Inggris butuh waktu sehari untuk memulihkan kondisi tubuh mereka dari ancaman dehidrasi setelah pertandingan tersebut.Walaupun pertandingan melawan Trinidad & Tobago akan dilangsungkan tiga jam lebih sore dari sebelumnya, tampaknya suhu tidak akan banyak bergeser dari angka ramalan 30 derajat Celsius.Ini sangat berbeda tentunya dengan Trinidad & Tobago. Walau secara teknis dan kualitas kalah jauh dibandingkan Inggris, mereka mampu berlari tanpa henti sepanjang 90 menit pertandingan di suhu yang panas.Para pemain tim debutan ini juga optimis, setidaknya akan mampu memberikan perlawanan sengit. Maklum saja, 90 persen pemain mereka bermain di Inggris dan Skotlandia, walau tidak di liga utama. Setidaknya mereka mengerti dan hafal dengan gaya permainan Inggris.Foto: Jerman panas. Joe Cole dkk mesti sering-sering minum. (AFP/Karim Jaafar) (a2s/)











































