Van Basten: Kami Digilas di Lini Tengah

Van Basten: Kami Digilas di Lini Tengah

- Sepakbola
Sabtu, 17 Jun 2006 02:12 WIB
Den Haag - Meskipun menang, Van Basten mengakui kerepotan digilas di lini tengah. Berikut komentar Van Basten seusai duel Belanda-Pantai Gading."Saya kira kami memulai duel dengan baik pada setengah jam pertama. Sesudah itu menjadi sangat sulit. Mereka mengamuk membabi-buta dan kami betul-betul digilas di lini tengah," aku Van Basten di depan kamera stasiun NOS Belanda.Van Basten menambahkan, setelah turun minum pasukan Oranje asuhannya tak bisa beranjak meninggalkan daerah pertahanan. Hal itu menurut Van Basten memang karena kekuatan Pantai Gading. Mereka satu per satu di mata Van Basten adalah pemain-pemain besar. Terutama dalam permainan cepat dan banyak bertukar posisi. Atas perkembangan itu pula, Van Basten menambah satu midfielder ekstra (Landzaat) dengan menarik keluar Van Nistelrooy dan mengganti Sneijder dengan Van der Vaart. Dengan kata lain, untuk meredam amukan gajah-gajah Pantai Gading itu Van Basten mengubah taktik bertarung dari formasi 4-3-3 ke 4-4-2."Namun kami bisa cukup puas, sebab Oranje telah menjadi sebuah tim yang kokoh bertahan dan sulit dipatahkan. Kami telah memenangi dua pertarungan dan untuk itu kami boleh lega," ujar murid kesayangan Johan Cruijff, dan pernah mengalami asahan pelatih besar kaliber mendiang Rinus Michels, hingga Arrigo Sacchi di AC Milan.Pengalaman dan ilmu yang diperolehnya selama merumput di AC Milan telah mempertajam indera keenam Van Basten kapan lini pertahanannya harus digrendel rapat ala Italia. Dan itu ternyata membuahkan hasil. Meskipun digempur sepanjang babak kedua, singa-singa Oranje tetap survive dan keunggulan 2-1 bisa aman masuk brankas.Untuk saat ini Van Basten belum mau menentukan apa-apa dalam menghadapi duel melawan Argentina. "Saya kira kami harus mencoba untuk bermain dan menjalankan tugas sebaik mungkin pada setiap pertarungan," demikian Van Basten. (es/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads