Pelajaran Berharga untuk Ekuador
Rabu, 21 Jun 2006 08:45 WIB
Berlin - Pengalaman memang menjadi guru terbaik dalam hidup, kubu Ekuador pun mengakuinya. Kekalahan 3-0 dari Jerman pun dinyatakannya sebagai pelajaran berharga untuk melangkah ke depan.Ekuador memetik hasil memalukan di laga terakhir grup A, Selasa (20/6/2006) malam. Gawang mereka dikoyak Der Panzer tiga gol tanpa balas, dengan Miroslav Klose dan Lukas Podolski menjadi aktor utamanya.Mengapa memalukan? Bukannya hasil ini tidak mempengaruhi langkah mereka melaju ke babak berikutnya?Memang demikian adanya. Meski Agustin Delgado cs kalah hingga 100 gol menembus jala mereka, satu tiket ke babak 16 besar sudah pasti ada ditangan.Yang sedikit mencoreng adalah penampilan mereka yang anti-klimaks. Di dua penampilan sebelumnya di grup A, Ekuador tampil edan-edanan. Polandia dan Kosta Rika digasak masing-masing dua gol tanpa balas. Bahkan bisa dibilang performa Ekuador saat itu terhitung sempurna. Kiper tangguh, bek kokoh, gelandang aktif dan dinamis, sementara striker sangat tajam. Delgado dan Carlos Tenorio bahkan masuk dalam daftar topskor sementara Piala Dunia dengan masing-masing mengkoleksi dua gol.Lalu apa yang terjadi tadi malam? "Memang sebuah pertandingan yang tidak kami harapkan dan kami tidak bermain sebaik seperti dua pertandingan kami sebelumnya," ujar arsitek Luis Suarez seperti dilansir BBC, Rabu (21/6/2006).Permainan buruk Ekuador memang diakui Suarez, meski demikian optimisme untuk kembali ke permainan terbaik Ekuador tidak hilang darinya. Menurutnya skuadnya sudah memiliki pengalaman pahit dan menyakitkan untuk tidak diulangi lagi di laga-laga selanjutnya, termasuk melawan Inggris di babak perdelapan final."Kami bisa belajar banyak dan semoga tidak akan mencatat kesalahan yang sama sekali lagi," tuturnya.Kami tunggu hasil pembelajaran pengalaman ini, Suarez!Foto: Luis Suarez tak ingin berjalan 'tertunduk' lagi (AFP/Francoir-Xavier Marit) (ian/)











































