Preview Belanda vs Argentina
Kir, Hola Amigo?
Rabu, 21 Jun 2006 21:30 WIB
Den Haag - Belanda-Argentina kalau bisa ogah ketemu Portugal. Jadi? Keliru kalau menilai duel di Frankfurt dinihari nanti bakal jinak-jinak sapi. Bahwa Belanda-Argentina tidak akan menurunkan tim basisnya seratus persen, itu hampir pasti. Kedua pihak sudah sama-sama lolos, tak ada lagi pertaruhan berarti. Di samping itu kubu Belanda juga dihadapkan pada persoalan teknis. Enam pemain pilarnya telah mengantongi kartu kuning: Robben, Heitinga, Mathijsen, Boulahrouz, Van Bronckhorst, dan Van Bommel. Menurunkan mereka semua jelas amat naif. Sangat berisiko. Jika mereka 'dikartukuningkan' lagi, maka akan terkena skorsing pada duel berikutnya di perdelapan final. Padahal di babak ini kehadiran mereka sangat dibutuhkan, karena berlaku sistem knock out. Sehingga keputusan Van Basten menyimpan mereka merupakan keputusan logis. Jika pada duel kali ini mereka terhindar dari kartu kuning, maka memasuki pertarungan perdelapan final nanti semua akan memperoleh amnesti. Kartu kuning yang pernah diterima dianggap hangus oleh FIFA, bersih lagi seperti sedia kala.Persoalannya begitu mendengar beberapa pemain inti disimpan, orang umumnya sudah langsung melenguh mirip sapi Madura. Nanti dulu, amigo. Ini bukan duel tim kelas mainan Pak Walikota, yang bisa disetel suka-suka. Ada kesadaran integritas, pertaruhan nama baik bangsa, citra persepakbolaan masing-masing negara, dan tentu saja premi dari FIFA. Selain itu duel dinihari nanti menjadi penentu bakal ketemu siapa nanti di perdelapan final: Mesiko atau Portugal. Baik Belanda maupun Argentina tentu lebih memilih menyantap tortilla Mexico daripada bertarung melawan SelecΓ§Γ£o das Quinas (Tim 5 Perisai) Portugal.Atas dasar itu, kubu Belanda tetap menurunkan Van Nistelrooy, Van Persie, dan hanya mengistirahatkan Robben (depan). Di lini tengah dan belakang berjejer pemain-pemain berkualitas setara, cuma Van Bommel, Van Bronckhorst dan Mathijsen yang disimpan. Bahkan si algojo Boulahrouz tetap dimainkan. Intensinya jelas: tetap memenangi pertarungan, sambil menyelamatkan lima pilar.Di kubu Argentina, tanduk Cruz dan Tevez, juga tak kalah mematikan dibandingkan Crespo. Di belakang mereka ada barisan lini tengah Riquelme, Mascherano, Rodriguez, dan Scaloni yang siap menggilas formasi tiga as: Van der Vaart-Sneijder, Cocu. Terutama Van der Vaart bisa menjadi titik lemah, soalnya kondisi fisiknya tidak optimal dan ia kehilangan ritme bermain.Tapi tim Oranje ini tidak bisa dinilai secara individu. Doktrin totaal voetbal, menyerang bersama-sama, bertahan juga bersama-sama, bisa saling menutup kelemahan individual. Bukan hanya itu, sejak ditangani Van Basten problem klasik Oranje di lini pertahanan bisa diatasi dengan memasukkan taktik catenaccio (grendel) hasil impor dari Italia. Terbukti, pertahanan Oranje kali ini cukup solid dan minim kecolongan gol. Secara statistik, Argentina layak was-was. Dari tujuh kali konfrontasi melawan Belanda, negeri tango itu cuma mampu menang 1 kali, 2 kali remis, dan kalah 4 kali. Kekalahan paling telak Argentina dialami tahun 1974, saat pertama kali totaal voetbal mengguncang dunia, yakni ketika mereka dicukur gundul Johan Cruijff dkk, 0-4. Tapi, dunia sepakbola mirip di lantai bursa: hasil di masa lalu bukan garansi di masa depan. Dalam hal ini berlaku pula teks filosofis Cruijff, "Jika Anda tidak menceploskan gol ke gawang, ya Anda mustahil bisa menang."Perkiraan Susunan PemainBelanda: (kiper) Van der Sar; (belakang) De Cler, Ooijer, Boulahrouz, Jaliens; (tengah) Cocu, Sneijder, Van der Vaart; (depan) Kuyt, Van Nistelrooy, Van PersieArgentina: (kiper) Abbondanzieri; (belakang) Sorin, Milito, Ayala, Burdisso; (tengah) Riquelme, Mascherano, Rodriguez, Scaloni; (depan) Cruz, Tevez. (es/)











































