Trik Mental ala Klinsmann
Kamis, 29 Jun 2006 13:19 WIB
Berlin - Sejak menangani Jerman dua tahun lalu, Juergen Klinsmann sadar betul faktor mental adalah hal utama yang harus dibenahi. Hasilnya kini Ballack dkk menjadi tim yang solid dan disegani lawan.Salah satu langkah penting yang dilakukan Klinsmann adalah membentuk tim yang terdiri dari psikolog yang bertugas memberi terapi bagaimana menghadapi tekanan tinggi ketika para pendukung sangat mengharapkan penampilan terbaik para pemain.Sewaktu ditinggal Rudi Voeller, kondisi mental para pemain Jerman waktu itu mengalami krisis yang luar biasa. Itulah yang menyebabkan Ottmar Hitzfield dan Otto Rehhagel, dua pelatih yang diminta Federasi Sepakbola Jerman (DFB) untuk menangani Tim Panzer menolak.Meski dianggap minim berpengalaman, Klinsmann yang bahkan belum pernah melatih sebuah klub sekalipun menerima tantangan itu. Tindakannya dengan menyewa seorang psikolog dari Universitas Heidelberg, Hans-Dieter Hermann berbuah hasil. Dalam sejarah DFB baru Klinsmann lah yang menyewa seorang psikolog sebagai bagian tim.Langkah berikutnya lain yang dilakukan Klinsmann adalah memilih markas Jerman di Kota Berlin, tempat akan dilangsungkannya pertandingan Final Piala Dunia 2006. Secara psikologis hal itu menciptakan atmosfir yang baik bagi para pemain.Di Berlin, Klinsmann menempatkan anak asuhnya di Hotel Grunewald, sebuah hotel yang yang sengaja dibuat tertutup dengan suasana tenang. Para fans Jerman pun tidak setiap saat bisa melihat tim kesayangannya."Sejak pertandingan pertama kami merasakan antusiasme seluruh rakyat Jerman yang terus bertambah," ujar Asisten Pelatih Joachim Loew seperti dilansir Reuters, Kamis (29/6/06).Dijelaskan Joachim, trik lain yang digunakan Klinsmann adalah menggunakan rekaman suasana stadion dan jutaan rakyat Jerman yang bersemangat medukung timnya. Tujuannya adalah membangkitkan perasaan emosional para pemain dan kebanggaan terhadap negaranya."Para pemain merasakan euforia dan kesenangan. Kami masih memikirkan trik apalagi yang akan digunakan untuk membangkitkan semangat pemain pada pertandingan melawan Argentina nanti," tambah Joachim.Sejauh ini pembenahan mental yang dilakukan Klinsmann diakui ampuh. Yang paling sukses adalah ketika Jerman mengalahkan Swedia di babak 16 besar. Klinsmann yang dikenal ramah, pengertian dan mendukung pemainnya tiba-tiba berubah menjadi pelatih yang kaku, dan keras. Menjelang pertandingan itu Klinsmann meningkatkan tekanan terhadap para pemainnya dan menuntut kemenangan. Klinsmaan bahkan menyatakan akan terjadi "bencana" jika Jerman harus tersingkir sebelum babak semifinal.Trik itu berhasil, Jerman menampilkan permainan terbaiknya sepanjang Piala Dunia dengan unggul cepat hanya 12 menit sejak peluit kick off dibunyikan.Trik mental apalagi yang sedang disiapkan Klinsmann menghadapi Argentina? Kita tunggu saja. (bal/)











































