Awas Boring Lagi

Jelang Jerman vs Argentina

Awas Boring Lagi

- Sepakbola
Kamis, 29 Jun 2006 13:37 WIB
Awas Boring Lagi
Berlin - Duel dua tim papan atas seharusnya menghadirkan pertandingan yang seru. Jerman versus Argentina di babak perempatfinal besok, Jumat (30/6/2006), juga diharapkan demikian.Statistik menunjukkan, kedua kesebelasan telah bertemu 16 kali, empat di antaranya terjadi di Piala Dunia. Jerman unggul tipis karena menang dua kali, seri sekali, dan kalah sekali.Pertemuan bergengsi terakhir mereka terjadi tahun lalu di turnamen Piala Konfederasi. Ketika itu pertarungan berakhir 2-2. Dua gol Jerman dicetak Kevin Kuranyi dan Gerald Asamoah, sedangkan Argentina disumbang Juan Riquelme dan Esteban Cambiasso.Dari sejarah pertemuan kedua kesebelasan, laga pada 8 Juli 1990 tercatat sebagai yang paling buruk dan membosankan, tidak saja untuk mereka tapi dalam sejarah babak final Piala Dunia.Bertemu di stadion Olimpico, Jerman lolos ke partai puncak setelah mengalahkan Inggris lewat adu penalti. Lewat cara yang sama pula Argentina menghempaskan tuan rumah Italia. Ini merupakan ulangan final empat tahun sebelumnya di Meksiko, yang dimenangi Argentina 3-2. Bedanya, ketika itu pertandingan berjalan seru dan dramatis. Jerman mampu mencetak dua gol di 10 menit terakhir untuk menyamakan kedudukan 2-2, tapi Argentina memastikan kemenangan di dua menit sebelum injury time lewat serangan balik.Di Roma, pertandingan Jerman-Argentina berlangsung monoton. Kedua tim tampak takut kebobolan. Tensi permainan sangat tinggi. Tak terhitung berapa kali terjadi benturan dan pelanggaran yang keras.Celakanya, wasit Edgardo Codesal (Meksiko) membuat banyak keputusan yang kontroversial. Ia dua kali menolak klaim penalti bek Jerman Klaus Augenthaler dan pemain Argentina Pedro Monzon dilanggar di kotak 16 meter.Di menit 65 Codesal terlibat dalam sejarah kartu merah pertama untuk seorang pemain di partai final Piala Dunia, saat mengusir Monzon karena menekel Juergen Klinsmann. Jerman unggul pemain, tapi pelatih Franz Beckenbauer tidak menyuntikkan penyerang tambahan. Ia malah menarik bek kanan Thomas Berthold dengan Stefan Reuter yang berposisi sama."Dia memasukkan bek untuk menggantikan bek juga. Orang (Beckenbauer) benar-benar menghormati kami," kata Carlos Bilardo, arsitek Argentina. "Siapa tahu? Mungkin kami bisa memperoleh kesempatan overtime."Tapi harapan Bilardo tidak terwujud. Di menit 85 bek Nestor Sensini berkejaran dengan Rudi Voeller. Di kotak terlarang Voeller terjerembab. Codesal tiba-tiba menunjuk ke titik putih pertanda penalti buat Jerman.Para pemain Argentina yang masih dipimpin Diego Maradona meradang. Mereka bahkan mendorong-dorong wasit asal Meksiko itu. Namun keputusan tidak berubah. Argentina dihukum penalti.Secara mengejutkan algojo Jerman yang maju adalah Andreas Brehme, tidak kapten Lothar Matthaeus atau Thomas Hassler yang dikenal jago bola-bola mati. Tidak pula Klinsmann, si striker pirang yang saat ini melatih Jerman.Sebagian pendukung Argentina masih yakin penalti tersebut bakal gagal. Mereka bersandar pada kiper cool, Sergio Goycoechea, yang tampil gemilang sepanjang turnamen, karena telah menggagalkan tiga tendangan penalti.Namun Brehme mampu mengalahkan Goycoechea, meskipun sang kiper telah bergerak ke arah yang benar. Uniknya, bek kidal ini menendang bola dengan kaki kanannya. Bola bergulir datar ke pojok kanan gawang.Pertandingan tersebut semakin menjengkelkan karena dua menit dari gol tersebut seorang pemain Argentina yang lain, Gustavo Dezotti, juga diganjar kartu merah oleh wasit. Alhasil, Argentina menyudahi pertandingan membosankan itu dengan sembilan pemain. Semoga duel besok malam menghadirkan tontonan menarik bermutu tinggi, meskipun bukan di partai final. (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads