Blatter Khawatirkan Minimnya Gol di Jerman
Jumat, 07 Jul 2006 07:32 WIB
Berlin - Presiden FIFA Sepp Blatter mengungkapkan kekhawatirannya terhadap minimnya jumlah gol per pertandingan yang terjadi pada Piala Dunia 2006. Dibandingkan empat tahun lalu rata-rata jumlah ini mengalami penurunan."Pertandingannya sendiri tidak terlalu buruk. Tapi tidak cukup banyak gol yang tercipta. Jika gol terlalu sedikit maka publik tidak akan antusias lagi. Inti pertandingan adalah gol," ujar Blatter seperti dilansir AFP, Jumat (7/7/06).Hingga pertandingan ke-62 dimainkan, rata-rata jumlah gol yang terjadi di setiap partai pada Piala Dunia 2006 adalah 2,27. Jumlah ini hanya sedikit lebih baik dari Piala Dunia 1990 di Italia dengan rata-rata 2,21 gol per laga.Jumlah ini akan turun jika pada dua pertandingan terakhir, yakni perebutan tempat ketiga antara Jerman melawan Portugal dan final Italia versus Prancis, tidak ada gol yang tercipta. Blatter mengusulkan diadakannya sebuah pertemuan untuk mengevaluasi hal ini."Kami akan merencanakan sebuah simposium besar yang akan dihadiri 32 pelatih peserta Piala Dunia, wasit, para ahli dan anggota Grup Studi Teknis FIFA," kata Blatter."Kami ingin mendengar penjelasan dari mereka dan langkah apa yang bisa kita lakukan untuk membuat sepakbola kembali menarik," imbuhnya.Dijelaskan Blatter, untuk membuat jumlah gol semakin banyak dalam tiap pertandingan beberapa ide yang diusulkan adalah menambah lebar gawang dan mengubah peraturan offside. Sebelumnya pada 1990 FIFA mengantisipasi hal seperti ini dengan mengubah aturan back pass. Kiper tidak boleh menangkap langsung bola yang ditendang oleh rekannya sendiri. Namun Blatter menolak mentah-mentah usul agar jumlah pemain dikurangi menjadi 10 pemain. Alasan usul ini adalah akan menciptakan ruang yang lebh luas bagi para playmaker untuk mengatur serangan. Blatter bersikeras seharusnya tim-tim yang ada sekarang mulai mengadopsi permainan dengan gaya menyerang."Jika permainannya terbuka akan ada cukup ruang untuk 11 pemain. Tapi dengan 11 pemain yang bermain bertahan maka tidak akan ada ruang yang tersisa," tandas Blatter. (bal/)











































