Peluang sebuah tim kehilangan dua kiper langsung di tengah pertandingan sejatinya sangat kecil. Namun, kenyataannya itu pernah terjadi, dengan cedera dan/atau kartu merah jadi penyebab munculnya situasi janggal tersebut.
John Terry dan Rio Ferdinand pernah menjalani peran tersebut. Juga Niall Quinn yang malah jadi pahlawan saat dia berhasil menghalau eksekusi penalti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut beberapa pemain outfield yang pernah 'dipaksa' menjadi kiper di tengah laga:
Klik di sini untuk melanjutkan membaca
Niall Quinn
ist.
|
Momen di mana Quinn harus berubah posisi menjadi kiper terjadi di musim 1990/1991, saat City menghadapi Derby County di Liga Inggris. Ketika itu Quinn didapuk jadi penjaga gawang menggantikan Tony Coton, yang dapat kartu merah menjelang akhir babak pertama. Quinn, yang aslinya adalah striker, ketika itu sudah menyumbang satu gol untuk The Citizens, yang merupakan gol ke-20-nya di musim tersebut.
Dengan postur 1,93 meter, Quinn punya 'tongkrongan' yang pas untuk jadi kiper. Dan dia membuktikan itu saat berhasil menghalau penalti yang dieksekusi Dean Saunders. Quinn dengan sangat baik membaca bola yang mengarah ke sisi kirinya. Di akhir pertandingan City menang 2-1, dan Derby County terdegradasi.
John Terry
ist.
|
Karena pertandingan tinggal tersisa beberapa menit, tak ada penyelamatan dibuat kiper Terry saat itu. Satu-satunya aksi yang dia lakukan hanya melakukan tendangan bebas dari dalam kotak penalti. Di bawah gawangnya, Terry tampil dengan memakai kostum bernomor punggung 40, milik kiper ketiga 'Si Biru', Henrique Hilario.
Rio Ferdinand
ist.
|
Dalam momen tersebut, Rio Ferdinand ditunjuk sebagai kiper dadakan. Namun bek dengan tinggi badan 1,89 meter itu gagal jadi penyelamat 'Setan Merah'. Meski membaca dengan baik arah tembakan Sulley Muntari, Ferdinand tak mampu menghalau bola masuk ke gawangnya. MU kalah 0-1 dan gagal melangkah ke semifinal.
Phil Jagielka
ist.
|
Jagielka berada di bawah mistar di 34 menit akhir pertandingan. Dan dalam kurun tersebut dia berhasil menghalau gempuran The Gunners yang mengarah ke gawangnya. Salah satu momen terbaik adalah ketika Jagielka menghalau upaya Robin van Persie, yang belakangan disebut defender Inggris itu sebagai penyelamatan terbaik sepanjang kariernya. Laga tersebut akhirnya dimenangkan Sheffield United dengan 1-0.
Terkait Jagielka, dia sebelumnya memang dikenal punya reflek yang sangat baik dan cukup teruji menjadi kiper. Atas alasan itulah pelatih Neil Warnock kerap hanya membawa satu kiper untuk pertandingan Liga Inggris, demi memberinya opsi yang lebih beragam untuk membawa pemain di posisi lain.
John O'Shea
ist.
|
Pada awalnya, kostum kiper dipegang oleh Ferdinand, namun jersey itu kemudian diserahkan pada O'Shea. Keputusan Fergie tersebut tak salah karena bek asal Irlandia itu berhasil menjaga gawang MU tetap bersih di sisa pertandingan. Sebagai catatan, ketika itu 'Setan Merah' sudah unggul 4-0 atas tuan rumah.
Meski pada awalnya terlihat kikuk dengan sarung tangan dan baju yang terlihat agak kebesaran, O'Shea membuat beberapa penyelamatan penting di pertandingan tersebut. Termasuk saat menghalau bola ketika berhadapan satu lawan satu dengan pemain Spurs.
Halaman 3 dari 6