Menpora Pertanyakan Kualitas & Komitmen Pesepakbola Naturalisasi

Mercy Raya - Sepakbola
Jumat, 02 Jul 2021 19:47 WIB
Menpora Zainudin Amali
Menpora Pertanyakan Kualitas & Komitmen Pesepakbola Naturalisasi. Foto: Kemenpora
Jakarta -

Menpora Zainudin Amali secara khusus menyorot kualitas pesepakbola naturalisasi tertentu, juga komitmennya saat membela tim nasional Indonesia.

Hal itu dikatakan Amali ketika menegaskan bahwa proses naturalisasi bakal diperketat untuk semua cabang olahraga. Termasuk sepakbola, yang secara khusus juga ia bahas.

"Saya akan perketat naturalisasi untuk semua cabor. Kami akan lihat seberapa besar urgensinya," kata Amali kepada pewarta, Jumat (2/7/2021).

"Khusus naturalisasi di cabor sepakbola, saya melihat tidak begitu efektif untuk pembentukan Timnas. Kualitas mereka yang di-naturalisasi juga tidak terlalu berbeda dengan pemain asli kita," ujarnya.

Soal kualitas pesepakbola naturalisasi itu, Menpora lantas memberi salah satu contoh saat menyaksikan turnamen pramusim Piala Menpora 2021. Selain itu, ada pula pemain naturalisasi yang ia pertanyakan komitmennya buat timnas Indonesia.

"Pada saat turnamen pramusim Piala Menpora yang lalu, saya sangat serius memperhatikan kualitas pemain naturalisasi itu," katanya.

"Mereka belum bisa jadi panutan bagi para pemain asli kita, bahkan ada di salah satu pertandingan justru pemain naturalisasi tidak memberi contoh bermain sepakbola dengan baik. Sampai akhirnya pemain tersebut harus dikeluarkan oleh wasit karena terkena kartu merah," ucapnya tanpa merinci lebih lanjut.

"Yang lebih mengecewakan lagi ada pemain naturalisasi yang dipanggil untuk memperkuat Timnas dan bertanding di luar negeri tapi malah beralasan macam-macam dan pulang ke kampung halamannya. Itu pertanda pemain naturalisasi tersebut tidak ada kepedulian terhadap kepentingan nasional Indonesia. Dia sekedar main sepakbola saja tapi jiwa patriotisme dan nasionalisme rendah. Sangat beda dengan pemain yang memang asli lahir, besar dan hidupnya di Indonesia."

Menpora lantas menyarankan induk cabor untuk memanfaatkan potensi atlet Indonesia yang tersedia ketimbang melakukan naturalisasi. Hal itu juga sekaligus mendukung pembangunan prestasi berdasarkan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang sudah ada.

"Tidak boleh lagi kita mengharapkan prestasi secara instan, itu tidak bagus untuk pembinaan prestasi jangka panjang yang berkesinambungan," ujar Menpora asal Gorontalo itu.

(mcy/krs)