sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 02 Jun 2014 17:12 WIB

Kartu Merah Rooney dan Kedipan Mata Ronaldo

- detikSport
ADRIAN DENNIS/AFP/Getty Images
Jakarta - Tampil solid dan kompak di Manchester United, Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney sempat terlibat insiden saat tampil di Piala Dunia, yang membuat fans The Red Devils waswas keduanya bakal berseteru.

Setelah masing-masing mengalahkan Ekuador dan Belanda, Inggris serta Portugal berhadapan di babak delapan besar Piala Dunia 2006. Laga tersebut digelar di Gelsenkirchen, tepat di hari pertama Juli.

Peristiwa yang melibatkan Rooney dan Ronaldo terjadi di babak kedua, tepatnya pada menit 61. Sesungguhnya insiden tersebut hanya melibatkan Rooney dengan Ricardo Carvalho, namun CR7 lah yang kemudian jadi sorotan karena bahasa tubuh yang dia keluarkan beberapa menit kemudian.

Semuanya berawal saat Rooney dijepit Carvalho dan Petit dalam sebuah perebutan bola tak jauh dari titik tengah lapangan. Masih dalam momen yang sama Carvalho kemudian terjatuh, dan Rooney terlihat dengan sengaja menjejakkan kakinya ke selangkangan bek Portugal itu.

Aksi Rooney langsung memicu emosi pemain Portugal, yang langsung mengerubungi tempat kejadian. Salah satu pemain Portugal yang datang adalah Ronaldo. Dia langsung memprovokasi wasit sambil menunjuk ke arah Carvalho yang masih mengerang kesakitan.

Rooney tidak diam saja melihat aksi yang dilakukan Ronaldo. Dia meraih lengan Ronaldo dan menariknya ke arah belakang, seperti mempertanyakan maksud aksi rekan setimnya di level klub itu.

Wasit Horacio Marcelo Elizondo butuh beberapa waktu untuk menenangkan situasi dan memanggil Rooney. Pengadil asal Argentina itu lantas mengambil kartu merah dan mengacunginya pada Rooney.

Adalah reaksi Ronaldo yang kemudian dianggap menarik. Tak lama setelah Rooney meninggalkan lapangan, dia mengedipkan satu matanya ke arah bangku cadangan Portugal. Media-media Inggris pun langsung ramai mengulang momen tersebut, menganggap Ronaldo telah sengaja memprovokasi dan 'merayakan' keberhasilannya itu.

Kejadian itu dikhawatirkan membuat relasinya keduanya di MU bakal rusak. Namun dalam beberapa kesempatan wawancara yang dilakukan terpisah, Rooney dan Ronaldo sama-sama menyebut tidak ada dendam tersimpan dari kejadian itu.

"Saya memprotes wasit dan menyatakan saya tidak bersalah, Ronnie datang sambil seakan-akan mengacungkan kartu ke arah muka wasit. Wasit mengeluarkan kartu merah dan saya keluar. Saya tahu saya tidak bisa menyalahkan Ronaldo atas kejaduan itu karena dia ingin meraih kemenangan untuk negaranya. Selain itu, di babak pertama saya juga mencoba membuatnya dapat kartu kuning dengan melakukan diving, jadi saya sama buruknya dengan dia."

"Tapi momen setelah kartu merah saya, Ronaldo mengedipkan matanya pada bangku cadangan, dan orang yang melihatnya menganggap itu sebagai sesuatu yang buruk, seperti dia sangat puas dengan kartu merah saya. Semuanya mulai memutuskan kalau saya dan Ronaldo adalah musuh, dan kedipannya akan menjadi masalah besar buat MU di beberapa bulan selanjutnya," sahut Rooney dalam wawancara dengan ESPN pada 2012 lalu.

Akibat kejadian itu Ronaldo dikabarkan akang hengkang dari Old Trafford dan bergabung dengan Real Madrid. Tapi Roney dan Ronaldo terbukti tetap solid di atas lapangan hingga tiga tahun berikutnya. Total ada tiga trofi Premier League dan satu Piala Liga Champions mereka persembahkan bersama untuk The Red Devils.









(din/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com