Inggris dan AS tergabung bersama dalam satu grup. Kedua tim tersebut akan bersua di pertandingan Grup C pada 12 Juni di Stadion Royal Bafokeng. Bagi kubu yang kalah bayarannya sederhana saja: mentraktir makan steak.
Taruhan tersebut ditengahi oleh para ajudan kedua duta besar yakni Louis Susman (AS) dan Sir Nigel Sheinwald (Britania). Meskipun dikenal sebagai negara yang memiliki hubungan dekat, namun untuk urusan sepakbola kedua kubu pun bisa saling melempar psy war.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kubu Inggris pun tidak tinggal diam dicela demikian. Seorang ajudan yang mewakili Sir Nigel membalas dengan berkata bahwa bosnya itu akan menikmati steak dan yakin bahwa kemenangan AS dari Inggris tersebut memang jarang terjadi.
Martin Longden, sekretasi publikasi Sir Nigel juga ikut 'memanas-manasi' taruhan itu. "Bahkan untuk sebuah bangsa yang memiliki optimistis yang luar biasa seperti AS saya sangat terkejut dengan keberanian duta besar Anda untuk bertaruh," tulis dia kepada Phillip Breeden di Kedutaan AS di London.
Bredeen pun membalas. "Memang benar bahwa sejarah sepakbola kami tidak sepanjang yang Anda miliki. Tapi bagaimanapun, sebagai jenderal Anda selama Perang Dunia II kami memiliki kemampuan unik yang bisa dengan cepat mengidentifikasi dan memajukan bakat."
Di sepanjang sejarah Piala Dunia, Inggris baru satu kali berjumpa. Yakni pada tahun 1950 dimana negara Paman Sam berhasil menang 1-0. Sedangkan di empat partai persahabatan lainnya, AS hanya menang sekali sementara sisanya dimenangkan Inggris.
(nar/roz)











































