Perlakuan istimewa terhadap media sudah dirasakan sesaat setelah detiksport sampai di Bandara Internasional O.R. Tambo, Selasa (8/6/2010) kemarin. Mengantongi akreditasi resmi dari FIFA, detiksport langsung diarahkan ke jalur khusus yang bebas hambatan dan antrian demi mengurus kelengkapan imigrasi.
Di bandar udara terbesar di Benua Afrika itu memang banyak berseliweran ofisial dan relawan yang, meski beberapa berwajah angker, tetap menyambut hangat plus tak sungkan melepas senyuman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari proses pendaftaran, pengambilan foto hingga detiksport dipanggil untuk mendapat kartu peliputan Piala Dunia 2010, semua berjalan sangat cepat dan nyaris tanpa harus menunggu.
Ruang kerja wartawan dari seluruh dunia juga terasa cukup nyaman. Yang kebetulan detiksport datangi di Stadion Lotus Versfeld, luasnya sekitar 100 x 100 meter. Media center tersebut setidaknya menyediakan lebih dari 300 kursi dengan fasilitas standar seperti jaringan internet dan telepon lokal.
Secara keseluruhan media center ini dibagi ke dalam tiga bagian besar. Area yang diperuntukkan bagi wartawan tulis, juru foto dan sudut internet. Di pintu masuk, ada semacam meja penerimaan tamu yang petugasnya siap memberi bantuan dan informasi yang dibutuhkan.
Meliput 64 pertandingan plus beragam aktivitas dan serbaserbi sepanjang Piala Dunia 2010 jelas bukan pekerjaan mudah. Tapi fasilitas kelas satu yang diberikan FIFA dan pihak peyelenggara jelas akan membantu kerja wartawan selama di Afrika Selatan. (din/krs)











































