Untuk kali pertama, desa Oboadaka bisa menyaksikan Piala Dunia secara langsung dari televisi. Maka saat 'Bintang Hitam' sukses menundukkan Serbia, Minggu (13/6/2010), dengan skor 1-0, kegembiraan pun berlipat ganda.
"Kami punya alasan lebih dari cukup untuk berpesta. Ini kemenangan ganda untuk kami di desa dan kami harus menikmatinya selama masih bisa," ujar David Danso, salah satu penghuni desa, seperti dilaporkan Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kini Danso dan warga desa lainnya bisa menyaksikan langsung kemenangan Ghana, ini tak lepas dari perpaduan teknologi, alam dan uluran tangan sebuah perusahaan Jerman yang memberikan generator listrik tenaga matahari untuk klinik desa itu pada pekan lalu.
Untuk nonton Ghana berlaga, para warga lantas menggunakan sebuah proyektor besar yang dialiri pasokan listrik dari sinar matahari. Nah, karena layar ini cuma satu-satunya di desa itu maka yang rumahnya cukup jauh dari tempat nonton bareng pun harus rela berkorban.
Rebecca Kwafo, misalnya. Penjahit berusia 24 tahun itu harus berjalan kaki lebih dari dua kilometer demi bisa menyaksikan tim kesayangan. "Ini adalah campur tangan Yang Kuasa. Kali ini Tuhan ingin kami merasakan atmosfer Piala Dunia," ceplos sang gadis.
Tontonan gelaran semegah Piala Dunia 2010 jelas akan jadi hiburan istimewa untuk 6900 jiwa yang tinggal di desa Oboadaka dan sekitarnya. (krs/roz)











































