Senangnya Jadi Relawan Piala Dunia

Catatan dari Afsel

Senangnya Jadi Relawan Piala Dunia

- Sepakbola
Minggu, 20 Jun 2010 08:22 WIB
Senangnya Jadi Relawan Piala Dunia
Pretoria - Bisa ikut berperan serta di event sebesar Piala Dunia jelas sangat membanggakan. Termasuk buat para relawan yang selain dapat kaos dan jaket, juga menerima bayaran yang lumayan dan makanan lengkap.

Hampir di semua area di mana terdapat aktivitas yang terkait dengan Piala Dunia 2010 Anda akan menemui relawan. Pekerjaan mereka beragam, mulai dari sekadar menjaga pintu masuk fan fest atau stadion, menjaga stand informasi hingga melayani tim peserta dan tamu-tamu undangan FIFA.

Tak akan sulit menemukan relawan-relawan ini. Dengan jumlah yang mencapai ribuan di seluruh Afrika Selatan, mereka tampil mencolok dengan jaket atau t-shirt berwarna hijau dengan tulisan Volunteer FIFA World Cup 2010 South Africa di bagian belakang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski berstatus relawan, bukan berarti mereka bekerja tanpa dibayar. Setiap harinya mereka mendapat semacam gaji yang besarnya 100 rand (sekitar Rp 121 ribu). Bukan itu saja, relawan ini juga mendapat jatah makan tiga kali sehari, pagi, siang dan malam.

"Kami direkrut dari mana saja. Sekolah, universitas dan banyak lagi. Kami hanya harus mendatangi tempat yang sudah ditunjuk dan mengisi formulir untuk bisa menjadi relawan seperti ini," sahut seorang relawan bernama Chatrine yang detiksport temui di Fan Fest Kota Pretoria.

Relawan ini sudah mulai dipekerjakan beberapa pekan sebelum Piala Dunia di mulai dan akan terus membantu tuan rumah hingga beberapa hari setelah pertandingan final.

Namun demikian, sepertinya tak ada kriteria khusus yang diwajibkan untuk melamar sebagai relawan. Soalnya di beberapa kesempatan, relawan yang detiksport temui sama sekali tak bisa memberi bantuan. Bahkan untuk sekadar menunjukkan jalan. Sementara beberapa relawan lain juga sangat sulit berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

"Kami tidak bekerja setiap hari. Kadang kami dapat libur jika pertandingan tak banyak. Padahal kami bisa dapat banyak uang jika terus bekerja selama Piala Dunia," seloroh pelajar sebuah SMU di Pretoria itu sambil tertawa.

(din/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads