Setelah bermain imbang di laga pertama dan kalah telak di pertandingan kedua, Afsel akhirnya memetik tiga poin. Namun kemenangan bersejarah dengan skor 2-1 atas Prancis itu seperti sia-sia, soalnya tiket ke babak kedua tetap gagal didapat.
Menjadi tuan rumah pertama yang gagal lolos ke babak kedua jelas mencoreng wajah Afrika Selatan. Apalagi ekspektasi terhadap tim ini sebelumnya memang sangat tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adalah kekalahan telak 0-3 atas Uruguay yang sangat disesali. Jika tak menerima hasil tersebut, kans anak didik Carlos Alberto Parreira diyakini masih ada.
"Itu terlalu buruk, kami tak seharusnya menderita hasil seperti. Itu sungguh memalukan," timpal Stan, penjual sumbat telinga yang saya temui di sana.
Tapi tak semua fans Bafana Bafana mengecam hasil yang didapat timnya. Beberapa pendukung lain mengaku puas dan yakin di Brasil empat tahun mendatang, timnya akan berpartisipasi lagi.
"Sampai bertemu di 2014. Kami memang tersingkir, tapi kami melakukanya dengan membanggakan. Kami menang atas Prancis," ujar Irene yang datang bersama lima rekannya.
Sama seperti Irene, teman-teman dari wanita yang mengaku pernah ke Indonesia itu juga mengaku bangga dengan perlawanan yang diberikan Steven Pienaar cs.
"Harapan itu sempat hidup lagi hari ini, di babak pertama. Mereka telah berjuang untuk kami, dan memberi kami kemenangan manis ini," timpal seorang rekan Irene.
Β
(din/roz)











































