'Kampung China', Money Changer Alternatif

Catatan dari Afsel

'Kampung China', Money Changer Alternatif

- Sepakbola
Kamis, 01 Jul 2010 14:22 WIB
Kampung China, Money Changer Alternatif
Pretoria - Anda berada di Pretoria, Afrika Selatan, untuk nonton Piala Dunia 2010 dan ingin menukar uang tapi dalam jumlah yang tidak terlalu besar? Ada alternatifnya yaitu 'Kampung China'.

Tempat penukaran uang resmi di Afrika Selatan dikenai pajak yang cukup tinggi. Potongannya bisa sampai 14 persen dari total uang yang ditukar. Seorang rekan pernah menukar uang 1.500 dolar AS dengan mata uang rand --mata uang Afsel-- di bandara Tambo International, Johannesburg. Potongan totalnya kala itu bisa mencapai R400 atau sekitar Rp 440 ribu.

Nah, menukar uang di tempat yang tidak resmi bisa jadi alternatif. Contohnya seperti di 'Kampung China. Penasaran? Pun demikian dengan detiksport yang lantas menjajal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lewat petunjuk yang diberikan oleh beberapa teman, detiksport pun berusaha mencari tempat itu. Tiba di lokasi, tidak ada papan nama atau petunjuk khusus yang menandakan bangunan itu adalah money changer. Yang terlihat hanya sebuah supermarket dan beberapa toko lain yang dikelola oleh warga etnis Tionghoa.

Lokasi penukaran uang ternyata berada di kasir supermarket. Tanpa banyak basa-basi, kita hanya perlu datang dan menyebutkan berapa jumlah uang yang akan ditukar. Sementara kurs mata uang sendiri akan disesuaikan dengan perkembangan terakhir.

"Berapa?", tanya penjaga supermarket tersebut singkat.

"1.000 dollar," jawab detiksport.

Dia pun langsung menghitung jumlah uang yang ditukar dengan kurs mata uang Rand yang berlaku hari itu lewat sebuah kalkulator. Dalam waktu singkat, detiksport sudah bisa menerima uang tersebut tanpa potongan apa pun. Tentu saja, tidak akan ada tanda terima atau receipt yang akan diberikan sebagai tanda bukti penukaran uang.

Detiksport sempat menghitung uang yang diberikan. Namun, salah seorang teman mengingatkan jika hal itu akan membuat tersinggung si penjaga toko. Asas kepercayaan jadi hal yang utama dalam aktivitas penukaran uang di lokasi tersebut.

"Kalau mau hitung di luar saja. Mereka suka tersinggung kalau dihitung di depannya," ucap seorang teman wartawan dari Jakarta.

Mau coba juga?

(mad/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads