Dari 19 edisi Piala Dunia termasuk tahun ini, Belanda baru berpartisipasi sembilan kali. Selain dua kali final tersebut, level terbaik mereka adalah semifinal di tahun 1998 dan 2010.
Maka ketika berhasil mengalahkan juara dunia lima kali Brasil di perempatfinal, ambisi meraih gelar juara kian menggebu-gebu. Untuk tim sekelas Belanda, satu titel juara Erop a(1988) semestinya terlalu sedikit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia tidak ingin Belanda tergelincir seperti dua tahun lalu di Piala Eropa Austria-Swis. Melaju ke perempatfinal dengan gemilang, dan banyak orang yakin tim tersebut akan juara, pasukan "Singa Oranye" kandas di tangan Rusia dengan skor 1-3.
"Kami punya contoh sebelumnya. Kembali ke dua tahun yang lalu di Austria dan Swis, kami mengalahkan Italia dan Prancis dan setiap orang berpikir kami akan menjadi juara Eropa. Namun kami tidak dapat lolos dari perempat final karena kami telah berpikir kami sampai ke sana (menjadi juara Eropa)," tutur Van Marwijk dalam situs FIFA.
Untuk itu ia lebih berhati-hati menghadapi Uruguay di semifinal. Kendati tidak memiliki banyak pemain bintang seperti Belanda, Uruguay perlu diperhitungkan karena mereka telah mencapai semifinal.
"Kami telah banyak tahu soal Uruguay dan beberapa pemainnya," terang Marwijk. "Pertandingan ini akan sangat berbahaya. Mereka tidak mencapai semifinal untuk kalah. Jadi, kami harus benar-benar kembali fokus dan tidak berpikir bahwa kami telah berada di sana (final)," ungkapnya.
"Saya sangat percaya pada pemain dan segala hal cara dan organisasi permainan. Namun pada akhirnya, pola pikir pada sebuah momen tertentu yang memutuskan sebuah tim memenangi pertandingan atau tidak," tutupnya.
(a2s/a2s)











































