Jerman mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2010 dengan kemenangan telak 4-1 atas Australia. Kala itu Loew tampak di tepi lapangan pertandingan dengan badan berbalut sweater model leher-V berwarna biru. Di atas sweater itu Loew juga sempat mengenakan jas.
Si sweater tak dikenakan Loew pada dua laga Jerman berikutnya di fase grup. Hasilnya, Jerman ketika itu kalah 0-1 dari Serbia dan menang tipis 1-0 dari Ghana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku sebenarnya bukan orang yang percaya takhayul, tapi (Asisten Pelatih) Hansi Flick dan yang lain memaksaku untuk memakai sweater ini lagi. Sweater ini sudah memberi kami empat gol di tiap-tiap laga (saat dikenakan). Tak mungkin aku akan menggantinya, atau bahkan mencucinya," ceplos Loew di AFP.
Boleh percaya, boleh tidak. Satu hal yang pasti, gaya Jogi --sapaan Loew-- yang acap tampil dengan padu-padan busana-busana elegan sudah menciptakan "demam" tersendiri di Jerman. Maka jangan heran kalau si sweater pembawa keberuntungan pun jadi barang buruan.
"Kami kehabisan stok," terang seorang juru bicara dari Strenesse, perusahaan yang membuat sweater ala Loew.
"Aku ingin membelinya untuk ayahku, dia akan senang sekali. Dia juga sudah punya kaos (gaya) Jogi," sambung Anna Gruber, seorang calon pembeli sweater tersebut.
Saking hebohnya perkara sweater Loew ini, suratkabar Bild bahkan menyebutnya sebagai "sweater ajaib Jerman". Bagaimana tuahnya saat menghadapi Spanyol nanti? Kita tunggu saja.
(krs/a2s)











































