Piala Dunia menjadi sebuah ajang bagi tiap-tiap negara untuk unjuk gigi. Lebih daripada itu, turnamen ini juga menjadi lahan adu penampilan tiap-tiap tim, dengan didukung pabrikan apparelnya.
Banyak yang menampilkan seragam dengan desain berkelas, berkarakter, dan keren. Tapi tak sedikit pula yang datang kostum aneh dan norak.
Berikut ini adalah daftar seragam-seragam terburuk di Piala Dunia, seperti disadur dari Bleacherreport.
|
Getty Images Sport/David Cannon
|
1. Skotlandia, Piala Dunia 1986
|
|
Bahkan sejatinya kaus timnas Skotlandia terbilang keren untuk ukuran era 80'an. Dengan warna biru gelap dan kerah putih, desain sederhana dari Umbro ini terlihat berkelas dan modern.
Tapi itu semua rusak oleh desain celana yang tak jelas apa maksudnya. Berwarna dasar putih, celana Gordon Strachan dkk. punya garis melintang menggantung tepat ditengah-tengahnya.
Skotlandia sendiri tak berhasil lolos dari fase grup setelah hanya meraih satu poin dan finis sebagai juru kunci.
1. Skotlandia, Piala Dunia 1986
|
|
Bahkan sejatinya kaus timnas Skotlandia terbilang keren untuk ukuran era 80'an. Dengan warna biru gelap dan kerah putih, desain sederhana dari Umbro ini terlihat berkelas dan modern.
Tapi itu semua rusak oleh desain celana yang tak jelas apa maksudnya. Berwarna dasar putih, celana Gordon Strachan dkk. punya garis melintang menggantung tepat ditengah-tengahnya.
Skotlandia sendiri tak berhasil lolos dari fase grup setelah hanya meraih satu poin dan finis sebagai juru kunci.
2. Jerman Barat, Piala Dunia 1990
|
|
Berwarna hijau dengan efek bayangan berwarna putih, seragam tandang ini penuh dengan pola kombinasi segitiga dan berlian. Adidas selaku penyedia apparel tampaknya ingin memberikan sentuhan futuristik dan modern, tapi justru membuat seragam ini terlalu ramai dan terkesan memaksakan.
Beruntung Jerman barat menjadi juara pada edisi yang digelar di Italia ini. Setidaknya piala bisa menyelamatkan wajah mereka dan yang utama, Andreas Brehme dkk. tak mengenakannya saat melakukan victory lap.
2. Jerman Barat, Piala Dunia 1990
|
|
Berwarna hijau dengan efek bayangan berwarna putih, seragam tandang ini penuh dengan pola kombinasi segitiga dan berlian. Adidas selaku penyedia apparel tampaknya ingin memberikan sentuhan futuristik dan modern, tapi justru membuat seragam ini terlalu ramai dan terkesan memaksakan.
Beruntung Jerman barat menjadi juara pada edisi yang digelar di Italia ini. Setidaknya piala bisa menyelamatkan wajah mereka dan yang utama, Andreas Brehme dkk. tak mengenakannya saat melakukan victory lap.
3. Amerika Serikat, Piala Dunia 1994
|
|
Dibalut warna biru denim, seragam yang diproduksi oleh Adidas ini menampilkan pola bintang-bintang besar di muka dan punggungnya. Amerika Serikat tampak sungguh ingin menunjukkan identitas bendera kenegaraannya.
Amerika Serikat tak seberuntung Jerman barat di edisi sebelumnya, yang bisa menebus seragam buruk dengan gelar juara, karena terhenti di babak 16 besar. Tapi dengan begitu para penonton bisa bernafas lega karena tak perlu lagi 'kelilipan' bintang-bintang.
3. Amerika Serikat, Piala Dunia 1994
|
|
Dibalut warna biru denim, seragam yang diproduksi oleh Adidas ini menampilkan pola bintang-bintang besar di muka dan punggungnya. Amerika Serikat tampak sungguh ingin menunjukkan identitas bendera kenegaraannya.
Amerika Serikat tak seberuntung Jerman barat di edisi sebelumnya, yang bisa menebus seragam buruk dengan gelar juara, karena terhenti di babak 16 besar. Tapi dengan begitu para penonton bisa bernafas lega karena tak perlu lagi 'kelilipan' bintang-bintang.
4. Jerman, Piala Dunia 1994
|
|
Setelah Jerman barat juara di 1990, Jerman bersatu bertekad mengulangi prestasi juara sekaligus mempertahankan gelar. Langkah pertama yang ditempuh Jerman adalah membuat seragam yang tak kalah norak dari tahun 1990, malah kali ini di seragam kandang.
Berwarna dasar putih, Adidas kembali menegaskan identitas Jerman lewat tiga warna bendera yakni hitam, kuning, merah. Sayangnya pola yang dipilih lagi-lagi terlalu memaksakan diri, dengan rangkaian segitiga yang melintang dari satu bahu ke bahu lainnya melewati dada.
Sial pula mereka gagal juara setelah terhenti di perempatfinal oleh Bulgaria. Seragam norak mereka gagal memberi tuah.
4. Jerman, Piala Dunia 1994
|
|
Setelah Jerman barat juara di 1990, Jerman bersatu bertekad mengulangi prestasi juara sekaligus mempertahankan gelar. Langkah pertama yang ditempuh Jerman adalah membuat seragam yang tak kalah norak dari tahun 1990, malah kali ini di seragam kandang.
Berwarna dasar putih, Adidas kembali menegaskan identitas Jerman lewat tiga warna bendera yakni hitam, kuning, merah. Sayangnya pola yang dipilih lagi-lagi terlalu memaksakan diri, dengan rangkaian segitiga yang melintang dari satu bahu ke bahu lainnya melewati dada.
Sial pula mereka gagal juara setelah terhenti di perempatfinal oleh Bulgaria. Seragam norak mereka gagal memberi tuah.
5. Meksiko, Piala Dunia 1998
|
|
Kala itu Meksiko datang dengan sebuah desain yang benar-benar menonjolkan kulturnya, wajah dewa Aztec dipampangkan dengan besar di dada plus corak ukiran khas. Bagaimanapun, desain ini jadi salah satu yang bisa dianggap berlebihan di sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia.
Bisa jadi tujuannya untuk membuat gentar tim-tim lawan, tapi faktanya Meksiko cuma berhasil sampai babak 16 besar.
5. Meksiko, Piala Dunia 1998
|
|
Kala itu Meksiko datang dengan sebuah desain yang benar-benar menonjolkan kulturnya, wajah dewa Aztec dipampangkan dengan besar di dada plus corak ukiran khas. Bagaimanapun, desain ini jadi salah satu yang bisa dianggap berlebihan di sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia.
Bisa jadi tujuannya untuk membuat gentar tim-tim lawan, tapi faktanya Meksiko cuma berhasil sampai babak 16 besar.
6. Kamerun, Piala Dunia 2002
|
|
Kamerun mengguncang dunia persepakbolaan kala meluncurkan kaus tanpa lengan saat itu. Mereka bahkan menjuarai Piala Afrika dengan seragam keluaran Puma tersebut, lantas bertekad membawanya ke Piala Dunia.
Namun FIFA menolak menerima mereka dengan kaus fenomenal tersebut, karena dianggap sebagai sekadar rompi. Kamerun pun mau tak mau mengalah dan akhirnya tampil di Piala Dunia dengan menambahkan lengan di seragamnya.
6. Kamerun, Piala Dunia 2002
|
|
Kamerun mengguncang dunia persepakbolaan kala meluncurkan kaus tanpa lengan saat itu. Mereka bahkan menjuarai Piala Afrika dengan seragam keluaran Puma tersebut, lantas bertekad membawanya ke Piala Dunia.
Namun FIFA menolak menerima mereka dengan kaus fenomenal tersebut, karena dianggap sebagai sekadar rompi. Kamerun pun mau tak mau mengalah dan akhirnya tampil di Piala Dunia dengan menambahkan lengan di seragamnya.
7. Ekuador, Piala Dunia 2006
|
|
Dibalut warna dominan kuning dengan laburan biru di lengan kanan, praktis corak yang menonjol adalah dua garis merah dan biru yang melintang di bagian lambung. Penempatannya pun agak kurang estetis.
Seragam bikinan Marathon --pabrikan olahraga lokal Ekuador-- ini tak diragukan lagi jadi salah satu seragam yang tampak kesulitan menonjolkan karakter.
7. Ekuador, Piala Dunia 2006
|
|
Dibalut warna dominan kuning dengan laburan biru di lengan kanan, praktis corak yang menonjol adalah dua garis merah dan biru yang melintang di bagian lambung. Penempatannya pun agak kurang estetis.
Seragam bikinan Marathon --pabrikan olahraga lokal Ekuador-- ini tak diragukan lagi jadi salah satu seragam yang tampak kesulitan menonjolkan karakter.
8. Belgia, Piala Dunia 2014
|
|
'Setan Merah' datang ke Brasil dengan kekuatan muda nan berbakat seperti Eden Hazard, Romelu Lukaku, dan Thibaut Courtois. Tapi sayangnya 'baju tempur' mereka dianggap kurang berkelas.
Seragam kandang Belgia berbalut warna merah dengan simbol mahkota besar di bagian perut. Kendatipun ada unsur dan nuansa seorang raja, tapi desain ini terasa agak melampaui batas.
8. Belgia, Piala Dunia 2014
|
|
'Setan Merah' datang ke Brasil dengan kekuatan muda nan berbakat seperti Eden Hazard, Romelu Lukaku, dan Thibaut Courtois. Tapi sayangnya 'baju tempur' mereka dianggap kurang berkelas.
Seragam kandang Belgia berbalut warna merah dengan simbol mahkota besar di bagian perut. Kendatipun ada unsur dan nuansa seorang raja, tapi desain ini terasa agak melampaui batas.
Halaman 2 dari 18











































