DetikSepakbola
Senin 16 Juli 2018, 14:38 WIB

Laporan Dari Moskow

Apa Jadinya Piala Dunia Tanpa Para Volunter?

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Apa Jadinya Piala Dunia Tanpa Para Volunter? Piala Dunia 2018 tak akan berjalan sukses tanpa kehadiran volunteer (REUTERS/Ivan Alvarado)
Moskow - Bukan hanya pemain, pelatih, dan ofisial pertandingan yang jadi elemen penting Piala Dunia 2018. Tanpa volunter, event itu niscaya tak akan berjalan lancar.

Menjadi relawan dievent olahraga besar dunia khususnya Piala Dunia adalah pengalaman yang diidamkan banyak orang. Menjadi bagian dari perhelatan sebesar Piala Dunia mungkin bakal jadi pengalaman sekali seumur hidup.

Itu pula yang dirasakan oleh para relawan yang bertugas di Rusia kali ini. Ada 17.040 orang yang beruntung terpilih dari sekitar 176.870 pendaftar di seluruh dunia. Bagi FIFA, relawan adalah bagian penting dari turnamen Piala Dunia.

"Relawan adalah hal pertama yang penonton lihat ketika tiba di stadion. Senyum mereka adalah penting untuk para suporter," ujar presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam wawancaranya beberapa waktu lalu.

Apa Jadinya Piala Dunia Tanpa Para Volunteer?Foto: Stu Forster/Getty Images


Baca Juga: Pengalaman Dinda Jadi Relawan Piala Dunia: Dapat Tepuk Tangan Sampai Makian

Pernyataan Infantino itu tentu saja sangat beralasan. Sebelum menyaksikan pertandingan, sebelum sampai stadion, suporter akan lebih dulu bertemu relawan. Di bandara, pelabuhan, stasiun kereta relawan akan menyambut suporter. Di pusat keramaian, hotel, Fan Fest mereka bisa jadi penunjuk jalan, penerjemah dan menawarkan bantuan dalam bentuk apapun. Relawan itu tak cuma membantu suporter, kami para jurnalis juga merasakan betul bantuan mereka.

Relawan punya tugas dan kewajiban yang tak sama. FIFA membuat dua kostum untuk membedakan, yakni merah untuk relawan yang berada di area stadion dan biru untuk mereka yang berada di luar stadion.

Khusus untuk di stadion, relawan bertugas hampir setiap hari mengingat mereka berkewajiban melayani para jurnalis yang bekerja di media center, meski bukan hari pertandingan. Kesibukan makin meningkat di hari pertandingan karena mereka juga harus membantu penonton serta jurnalis mencari tempat duduk.



Dinda, salah satu volunteer Piala Dunia 2018 yang berasal dari IndonesiaDinda, salah satu volunteer Piala Dunia 2018 yang berasal dari Indonesia Foto: ist


Tak cuma itu, para relawan juga ikut mengawasi gerak-gerik suporter dan awak media. Selain itu, relawan juga punya tugas membantu jurnalis di sesi konferensi pers dan mixed zone. Untuk jam kerja yang di hari non-pertandingan "hanya" 12 jam yakni mulai pukul 10.00 hingga 22.00. Namun, jika ada pertandingan, maka relawan itu harus bekerja hingga media center ditutup (jam tutup tergantung selesainya laga).

Dengan status sebagai relawan, mereka tidak menerima upah. Senang bisa terlibat di Piala Dunia, mereka 'dibayar' dengan mendapat konsumsi dan transportasi dalam bentuk tiket. Bahkan untuk mereka yang berada di luar Moskow harus mengeluarkan uang pribadi untuk membeli tiket pesawat.

Meski demikian, para relawan itu tak pernah mengeluh dan selalu menjalani pekerjaannya dengan senang hati. Bertemu banyak orang dari berbagai belahan dunia dan juga melihat pertandingan kelas dunia jadi pengalaman yang tak tergantikan.

"Menurut saya menjadi relawan itu menyenangkan dan banyak sukanya ketimbang dukanya. Eh, dukanya malah sama sekali tidak ada kalau boleh dibilang. Kalaupun ada, itu paling pas hujan saja," ujar salah satu relawan asal Moskow, Olga Fedotova, dalam perbincangan di Fan Football Park, Red Square, Senin (9/7/2018).



Apa Jadinya Piala Dunia Tanpa Para Volunteer?Foto: Gabriel Rossi/Getty Images


Untungnya Olga dan relawan lainnya di Moskow punya waktu senggang cukup banyak mengingat kota itu tidak ada jadwal pertandingan selama sepekan setelah duel 16 besar Kolombia versus Inggris di Spartak Moskow. Salah satunya dimanfaatkan dengan mengikuti pertandingan eksebisi antar relawan tadi sore.

Ada 18 pemain yang dibagi ke dalam dua tim dengan tiga di antaranya adalah mantan pemain yang jadi duta FIFA di turnamen kali ini, yakni Michel Salgado, Julio Baptista, dan Dmitry Bulykin. Para relawan pun begitu senang dan bisa melepas penat walaupun sejenak.
(mrp/din)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed