DetikSepakbola
Selasa 17 Juli 2018, 15:04 WIB

Laporan Dari Rusia

Dari Samara, Anak-anak Indonesia Ini Bertekad Taklukkan Luar Angkasa

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Dari Samara, Anak-anak Indonesia Ini Bertekad Taklukkan Luar Angkasa Tiga mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Samara (M Resha Pratama/detikSport)
Samara - Samara adalah pusat kemajuan antariksa Rusia. Di sana ada anak-anak asal Indonesia menapaki langkah awal untuk bisa jadi penjelajah luar angkasa.

Ada banyak hal yang detikSport temui selama satu bulan lebih melakukan liputan Piala Dunia 2018 di Rusia. Cerita di atas lapangan sampai pengalaman tak terlupakan terus terjadi. Tapi salah satu yang paling berkesan adalah bertemu dengan saudara-saudara setanah air. Orang-orang (atau tepatnya anak-anak muda) Indonesia yang bertualang jauh dari tanah kelahirannya demi menggapai mimpi yang sudah mereka gantung tinggi-tinggi.

Kami sempat bertemu dengan Dinda Maurissa Hartlan, salah satu mahasiswa Indonesia yang juga jadi relawan Piala Dunia di Saint Petersburg. Saat mampir ke Samara kami dijamu oleh tiga orang mahasiswa Indonesia yang mencoba mewujudkan mimpi menjelajahi luar angkasa.

Perkenalkan Ilham Putra Ardiansyah (19 tahun), Andre Renaldy Pandie (23 tahun), dan Gilang Gendewa Rizqi (20 tahun). Mereka adalah mahasiswa di Universitas Negeri Samara.



Sebenarnya ada lagi dua mahasiswi yang sedang kuliah di Samara tapi mereka tengah pulang kampung ke Indonesia. Uniknya dua dari tiga mahasiswa yang detikSport temui punya mimpi yang mungkin jarang ditemui belakangan ini di kalangan pemuda-pemudi Indonesia, menjadi astronot.

Mereka adalah Ilham dan Dewa yang sedang mengambil kuliah S1 di bidang rocket complexes and space science. Keduanya memilih kota Samara yang jauh dari gemerlap karena di sanalah impian menjadi astronot bisa terwujud.

Dari Samara, Anak-Anak Indonesia Ini Ingin Taklukkan Luar AngkasaFoto: M Resha Pratama/detikSport


Samara memang dikenal sebagai kota industri dengan keunggulan utama di industri pesawat terbang dan luar angkasa. Oleh karenanya, Ilham dan Dewa tanpa ragu memilih Samara sebagai tempat menempuh jalur pendidikan.

Ilham berangkat jauh-kauh dari Sorong, Papua, setelah, mendapat beasiswa dari Pemerintah Rusia dan dia mendaftar kala itu melalui jalur Dinas Kebudayaan Rusia. Sementara, Dewa kuliah dengan biaya pribadi.

"Saya sendiri mendapat beasiswa dan setahun terakhir ini lebih dulu mengambil kursus Bahasa Rusia. Saya memang tertarik dengan dunia luar angkasa dan ingin jadi astronot," ujar Ilham, yang baru akan menjalani semester satu perkuliahan, saat ngobrol-ngobrol dengan detikSport.

"Kalau saya sih dari awal memang ingin menjajal dunia luar angkasa karena sejak lama sudah suka dengan itu. Setelah mencari-cari maka ketemulah Samara ini," timpal Dewa yang sudah memasuki semester ketiga ini.

Keduanya pun punya mimpi besar untuk bisa menaklukkan luar angkasa layaknya para astronot tenar seperti Yuri Gagarin atau Neil Amstrong. Boleh dibilang sangat jarang ada mahasiswa Indonesia yang menempuh jalur pendidikan itu.

Belum lagi Ilham dan Dewa terpacu dengan fakta bahwa negara tetangga Malaysia jadi orang Asia Tenggara pertama yang berhasil mencapai luar angkasa.

"Kami tahu bahwa semua astronot itu pasti belajar dengan Rusia, bahkan Amerika Serikat. Maka kami ingin bisa berbuat yang terbaik dari hasil belajar di sini," papar Ilham.



Lain Ilham dan Dewa, lain pula Andre yang menempuh jalur S2 di bidang penerbangan. Andre sempat berkuliah selama empat tahun di Akademi Penerbangan Adi Sucipto di Yogyakarta. Pemuda asal Kupang, Nusa Tenggara Timur itu berharap bisa menjadi ahli pesawat andal sekembalinya ke Indonesia.

"Pengennya sih setelah lulus bisa kerja di sini dulu untuk waktu lama dan sekembalinya ke Indonesia, saya bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia," tutur Andre.


Selamat berjuang, pelajar Indonesia!



(mrp/din)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed