Tahukah Anda? (5)
Kocsis Akhiri Hidup dengan Tragis
Minggu, 21 Mei 2006 09:55 WIB
Jakarta - Menggebrak di Piala Dunia 1954, Sandor Kocsis adalah salah satu pemain terhebat yang pernah dilahirkan Hongaria. Tapi tahukah Anda, ia mengakhiri hidupnya dengan tragis: bunuh diri.Lahir di Budapest pada 21 September 1929, Kocsis hingga kini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak keempat di level internasional. Gol yang dicetaknya bahkan cukup jauh melebihi jumlah pertandingan yang dilakoninya, yakni 75 gol dari 68 cap.Akan tetapi ia bukanlah topskor Hongaria sepanjang masa karena rekor itu masih dipegang pemain legendaris lain, Ferenc Puskas, yang mengoleksi 84 gol dari 85 pertandingan.Kocsis dijuluki "The Man With the Golden Head" karena memiliki sundulan maut yang berbahaya. "Kemampuan menyundulku lahir bersamaan dengan kelahiranku di muka bumi ini. Kupikir ini bukanlah sesuatu yang bisa Anda pelajari," demikian ia pernah membanggakan kehebatannya itu.Besar bersama klub lokal Ferencvaros, Kocsis menyentak dunia saat tampil di Piala Dunia 1954 di Swiss. Bermain selama 450 menit ia mampu mengukir 11 gol, yang membuatnya tampil sebagai topskor di turnamen tersebut -- Hongaria finis sebagai runner up setelah dikalahkan Jerman Barat di final dengan skor 3-2.Salah satu penampilan paling gemilang Kocsis di Swiss terjadi di babak semifinal. Ia membuat dua gol dan satu assist untuk membawa negaranya mengungguli Uruguay 4-1. Hebatnya, semua aksi itu dilakukannya lewat kepala -- sama seperti dua golnya ke gawang Brasil di babak perempatfinal."Sampai tua pun aku akan tetap membicarakan Kocsis. Dia menaklukkan kami dengan kemampuan sundulannya yang unik," ujar kiper Uruguay ketika itu, Roque Maspoli, di ruang ganti pemain usai pertandingan.Di tahun 1956, ketika Rusia menginvasi Hongaria, Kocsis pindah ke Swiss dan kemudian Spanyol. Di Negeri Matador ia bermain untuk klub elit Barcelona dan berhasil memenangi satu titel liga, dua Piala Liga dan satu Piala Inter-Cities' Fairs (cikal bakal Piala UEFA).Kocsis gantung sepatu di tahun 1965 dalam usia 36. Tragisnya, pada 22 Juli 1979, ia mengakhiri hidupnya sendiri karena frustasi dengan penyakit kanker yang dideritanya. Sebuah versi menyebutkan ia bunuh diri dengan cara terjun dari jendela sebuah klik di kota Barcelona.Foto: Sandor Kocsis (1929-1979). (xtratime) (a2s/)











































