Spanyol Paling Impresif

Review Tim-Tim Eropa

Spanyol Paling Impresif

- Sepakbola
Kamis, 15 Jun 2006 13:00 WIB
Spanyol Paling Impresif
Jakarta - Ke-16 finalis asal Eropa telah memainkan pertandingan pertamanya di Jerman. Tuan rumah belum meyakinkan dalam hal pertahanan, Spanyol boleh dibilang paling impresif.Mungkin terlalu dini mengatakan Piala Dunia Jerman 2006 merupakan salah satu Piala Dunia terbaik yang pernah digelar di era sepakbola modern. Tapi setidaknya penampilan semua tim di pertandingan pertama penyisihan grup menunjukkan kualitas turnamen yang semakin meningkat.Enam gol dalam partai pembukaan antara Jerman vs Kosta Rika, berhasil mematahkan rekor jumlah gol pembukaan Piala Dunia pertama di Uruguay. Kala itu Prancis membantai Meksiko 4-1 dengan rekor hat-trick pertama yang diciptakan oleh emain Amerika Serikat yang membela Prancis Bert Patenaude.Hingga Kamis (15/6/06), seluruh tim sudah memainkan pertandingan pertamanya di masing-masing grup. Tak hanya tim-tim besar yang dihuni pemain bintang, tim-tim kecil dari Asia dan Afrika kini tidak takut lagi menampilkan permainan dengan gaya menyerang.Hampir semua pertandingan berlangsung menarik, terbuka dan enak untuk disaksikan. Kecuali mungkin pertandingan antara Prancis vs Swiss yang berakhir kacamata itu yang dinilai paling membosankan bahkan oleh para pendukung kedua tim.Secara umum, jika melihat hasil pertandingan pertama setiap tim, dari 14 tim benua biru, Spanyol mungkin yang penampilannya paling impresif berkat kemenangan telak atas tim Eropa pertama yang lolos ke Jerman, Ukraina, dengan skor 4-0. Selain Spanyol masih ada tim 'debutan' Republik Ceko yang melibas AS dengan skor 3-0.Di grup A, tuan rumah Jerman memang mampu membobol gawang Kosta Rika sebanyak empat kali, namun semua orang yang menyaksikan pertandingan itu, bisa melihat betapa rapuhnya barisan pertahanan Tim Panzer. Duet Christoper Metzelder dan Per Mertesacker tidak kompak dan kewalahan mengatasi pergerakan seorang Paolo Wanchope.Setali tiga uang dengan Jerman, Di grup B, tim Inggris yang dikomandani David Beckham tidak mampu menunjukkan taringnya di depan Paraguay. Usai 'dibantu' Carlos Gammara lewat gol bunuh diri, serangan Inggris tidak banyak membahayakan. Duet Owen dan Crouch pun kesulitan menembus barisan belakang Albiceleste.Swedia sebenarnya bermain memikat. Saat menghadapi Trinidad & Tobago, tidak pernah berhenti serangan dialirkan Fredrik Ljungberg dkk. Sayang, permainan terbuka dan ofensif tim "Viking Kuning" terhadang oleh kiper Shaka Hislop dan, tentu saja, keberuntungan. Berikutnya adalah pertandingan antara dua tim kuat di Grup C yakni Belanda vs Serbia Montenegro. Dari semua pemain Oranje hanya Arjen Robben satu-satunya pemain yang patut diacungi jempol dan mampu bermain lepas. Namun hal ini sekaligus menjadi kekhawatiran pasukan Marco Van Basten di pertandingan berikutnya. Karena semua tim dipastikan akan mengincar dan mematikan gerakan winger Chelsea itu.Seperti Inggris, Di Grup D, Portugal belum mampu mengeluarkan penampilan terbaiknya. Hanya mampu menang 1-0, tim debutan asal Afrika Angola bisa mengimbangi Luis Figo cs sepanjang pertandingan.Di Grup E, Italia dan Ceko menampilkan permainan seperti yang diharapkan pendukungnya. Italia beruntung bisa mencetak dua gol ke gawang Ghana yang sepanjang pertandingan bermain konsisten. Blunder Samuel Kuffour mampu dimaksimalkan Vincenzo Iaquinta untuk menamatkan perjuangan Michael Essien cs. Presiden FIFA Sepp Blatter langsung mengklaim itulah pertandingan terbaik dari partai-partai sebelumnya,Sedangkan Ceko masih terlalu tangguh bagi Amerika. Tiga gol ke gawang Kasey Keller tidak mampu dibalas pasukan Bruce Arena. Namun kemenangan Ceko harus dibayar mahal. Pasalnya, belum lagi Milan Baros sembuh dari cedera, striker jangkung Jan Koller dipastikan absen sampai babak perempat final akibat cedera paha.Dari semua pertandingan, duel Prancis vs Swiss dinilai paling membosankan. Kedua tim hanya mampu bermain imbang mengulang hasil seperti di babak kualifikasi. Kepercayaan pelatih Domenech terhadap para pemain bintangnya yang sudah uzur kembali dipertanyakan pendukung Prancis.Trauma gagal lolos dari penyisihan grup pada Piala Dunia 2002 tampaknya masih membekas kuat di benak Zidane cs. Sebaliknya tim Swiss yang bermaterikan pemain muda memilih bermain dengan sangat hati-hati. Akibatnya pertandingan menjadi monoton.Puncak penampilan tim-tim Eropa ditutup dengan duel seru Spanyol kontra Ukraina, selain Kroasia yang tergolong mampu mengimbangi Brasil, walaupun akhirnya tetap kalah. Banyak yang berharap Ukraina mampu menjegal spanyol dan meraih kemenangan pertamanya di Piala Dunia. Sayang penampilan grogi mereka membuyarkan itu semua.Apa hendak dikata, pasukan Luis Aragones yang bermaterikan pemain segar dan penuh semangat itu terlalu kuat bagi Andriy Shevchenko cs. Di babak pertama saja, gawang Olexandr Shovkovskiy kebobolan dua kali. Di babak kedua, setelah Vladislav Vashchuk dikartu merah, dua gol lagi dihasilkan Spanyol, masing-masing dari tendangan penalti David Villa dan tendangan cantik Fernando Torres. Pelatih Ukraina Oleg Blokhin tak bisa menutupi rasa malu yang luar biasa.Jerman dinihari tadi sudah memainkan pertandingan keduanya melawan Polandia. dengan enam poin hampir dapat dipastikan Jerman akan lolos ke putaran berikutnya. Tidak sebagus pertandingan pertamanya, kali ini Michael Ballack cs kesulitan membobol gawang Polandia. Untunglah ada pemain pengganti Oliver Neuville yang mampu menyelamatkan muka Juergen Klinsmann. Penampilan Jerman dinilai tidak lebih baik dari pertandingan pembukaan. Tapi setidaknya kali ini gawang Jens Lehmann tidak kebobolan.Akankah penampilan tim-tim Eropa semakin baik di pertandingan berikutnya? Adakah perubahan strategi yang akan dilakukan masing-masing pelatih? Kita tunggu saja.Foto: David Vila dkk. Sejauh ini paling memikat. (AFP) (bal/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads