Sudah Perlu "Bola Pintar"?

Sudah Perlu "Bola Pintar"?

- Sepakbola
Selasa, 20 Jun 2006 17:28 WIB
Sudah Perlu Bola Pintar?
Jakarta - Pada pertandingan 10 Juni lalu sundulan pemain Argentina Roberto Ayala sudah melewati garis gawang Pantai Gading sebelum dihalau oleh kiper Jean-Jacques Tizie. Tayangan ulang televisi pun menggambarkan hal tersebut. Namun wasit tidak menganggap itu gol.Kasus tersebut seakan mencuatkan kembali perdebatan perlu tidaknya teknologi tingkat tinggi dilibatkan dalam pertandingan sepakbola termasuk di turnamen Piala Dunia yang sedang berlangsung. Selama ini keterlibatan teknologi dalam sebuah pertandingan dirasa perlu demi akurasi, tapi di sisi lain hal itu dinilai mengurangi seni pertandingan.Organisasi sepak bola internasional, Federation International Football Association (FIFA) sendiri masih mencari bentuk teknologi yang tepat untuk diterapkan di Piala Dunia."Teknologi yang kami cari, sampai saat ini belum kami temukan," tutur George Cumming, ketua komisi wasit FIFA, dikutip dari Cnet News.com, Selasa (20/06/2006).Bola PintarDalam perkembangannya, pencarian bentuk teknologi ini sampai pada apa yang dinamakan "smart ball" atau bola pintar. Idenya adalah membenamkan chip RFID ke bola yang dipakai dalam pertandingan.Pemakaian teknologi tersebut digagas atas kerjasama perusahaan teknologi asal Jerman Cairos Technologies dan perusahaan software Fraunhofer Institute for Integrated Circuits, serta perusahaan fesyen olahraga Adidas.Konsepnya, "smart ball" menggunakan jaringan penerima dari seluruh penjuru lapangan pertandingan, untuk melacak posisi bola, secara real time -- termasuk, kapan tepatnya bola tersebut melewati garis gawang. Informasi tersebut akan dikirim ke alat berbentuk jam tangan yang dipakai wasit, dalam waktu kurang dari satu detik.Para ofisial berharap teknologi tersebut akan dipakai di Piala Dunia kali ini. Tapi, setelah menjalani tes tahun lalu di turnamen Peruvian, FIFA mengumumkan bahwa sistem tersebut belumlah siap untuk dipakai di puncak turnamen. Tak jelas, apa alasan yang mendasari keputusan tersebut.Yang jelas, bagi beberapa pihak yang tidak setuju dengan penggunaan teknologi, menganggap pemakaian chip itu sebagai sesuatu yang berlebihan. Mereka menganggap hal itu akan membuat pertandingan menjadi tidak menarik dan berkurang rasa seninya.Sementara FIFA, telah melakukan pencarian bentuk teknologi sejak satu dekade lalu. Tak segan-segan, FIFA pun minta bantuan pada para peneliti di University of Glasgow di Skotlandia. Well, Kita tunggu saja teknologi apa yang muncul dari pencarian FIFA nantinya, yang tentu saja kita harapkan membuat pertandingan jadi lebih menarik. (nks)Foto: Teamgeist, bola resmi Piala Dunia 2006. Sudah saatnya disisipi chip? (ist) (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads