Untung Surapati Jegal Belanda

Kolom

Untung Surapati Jegal Belanda

- Sepakbola
Minggu, 25 Jun 2006 12:40 WIB
Untung Surapati Jegal Belanda
Jakarta - Dua raksasa bola berkekuatan seimbang bertarung hidup mati. Portugal yang sudah menunjukkan keperkasaannya, bakal berhadapan dengan Belanda. Inilah laga seru yang kemenangannya lebih ditentukan oleh taktik jitu ketimbang kemampuan individu. Adakah Belanda bakal kalah, menyerupai kekalahan Kapten Tack melawan Untung Surapati? Ini memang laga yang sulit diprediksi. Kedua tim sama-sama punya kekuatan seimbang. Hanya tim yang secara psikis kuat serta menerapkan strategi yang hebat yang bakal tampil sebagai pemenang. Kalau Portugal berhasil melakukan itu, maka dialah roh Surapati yang berhasil memenangi pertempuran gerilya dalam Perang Kartasura.Surapati adalah ekspresi harga diri. Dia ibarat anak macan yang kemudian muncul sebagai pemberang. Berasal dari Bali dan terlibat perang saudara, akhirnya Surapati ditawan. Setelah itu dia dijual sebagai budak, dan jadilah Surapati atau Untung Surapati menjadi manusia terbeli.Sebagai budak, Surapati bernasib mujur. Dalam banyak legenda kepahlawanan dikisahkan, Surapati 'dipelihara' seorang pejabat penting Belanda. Dia tidak diperlakukan sebagai budak, tetapi dianggap seperti keluarga sendiri. Tumbuh bersama Suzanna, gadis Belanda yang mencintainya. Dan bersama gadis itu akhirnya sejarah panjang yang herois dan romantis terbentang.Kisah percintaan Suzanna dan Surapati tak terekam dalam sejarah. Hanya, versi cerita rakyat (folklore) dikisahkan, cinta keduanya membabibuta. Tak perduli perbedaan ras dan bangsa, serta status sosial yang sangat bertolak belakang. Dan birahi yang tak terkendali itu akhirnya membuahkan tragedi buah apel. Mereka melakukan hubungan intim, hamil, dan kelak melahirkan anak laki-laki, blasteran Belanda-Bali.Tahun 1678, bersama laskar bentukannya, Surapati masuk dinas VOC. Mungkin dia satu-satunya pribumi yang pegang jabatan penting dalam perseroan dagang yang kemudian diperkuati dengan militer itu. Akibatnya, Surapati sering dihina dan dilecehkan posisinya.Suatu hari, hinaan-hinaan yang sebelumnya tak diperdulikan itu menyengat harga dirinya sebagai manusia. Surapati mengamuk bersama laskarnya, dan berhasil menghabisi serdadu Belanda. Tak tanggung-tanggung, 28 pasukan Belanda mati ditebas dan ditembaknya. Ini awal Surapati menjadi buronan pemerintah Hollanda, yang dicari untuk digantung. Surapati melarikan diri. Yang dituju adalah Kartasura, sebuah kerajaan yang kelak menjadi pecahan Mataram hasil perjanjian Gianti 1775, yang diperintah Sunan Amangkurat II. Di kerajaan ini nama Surapati sudah sangat dikenal. Diakui keberaniannya, juga statusnya sebagai buronan nomor satu Belanda.Kartasura dengan raja Amangkurat II yang sebelumnya memang 'berani tapi takut' dengan Belanda, masuk dalam situasi dilematis ketika Surapati tinggal di wilayahnya. Apalagi buronan itu, menurut DR HJ De Graaf, sejarawan Belanda, membangun pertahanan di Gumpang, Babarong, dekat Kebon Dalem. Sedang Belanda, ketika mendengar Surapati ada di Kartasura, memberi tugas khusus pada Kapten Tack. Kapten Belanda yang dilahirkan di Den Haag 29 Mei 1649 itu sudah makan asam garam dalam penaklukan. Dimulai dari tugas di India, perang melawan Perancis, ekspedisi Makasar, Palembang, Banten, sampai pada penaklukan Kediri yang berhasil mendapatkan mahkota Majapahit. Kapten Tack berangkat dari Batavia 3 November 1685. Kartasura terancam. Dua kekuatan, Belanda dengan Kapten Tack, dan Surapati dengan laskarnya yang berani mati, kini sedang menggunakan daerah itu sebagai medan Kurusetra. Perang bubat (puputan menurut bahasa Bali), perang habis-habisan bakal terjadi di kerajaan ini. Dan itu artinya, kalah atau menang Kartasura akan hancur. Yang lebih menakutkan, setelah kehancuran itu, bisa saja kerajaan ini menjadi daerah taklukan Belanda.Strategi gaya Jawa pun disusun. Kartasura bermuka dua. Pura-pura mengejar Surapati, tetapi di balik itu, mempersenjatai pemberontak yang diburu itu untuk alat melawan Belanda. Apalagi, di Kartasura, terdapat banyak pasukan dan panglima perang yang berasal dari Bali, diantaranya, Nerawangsa yang selalu menasehati Surapati agar tak terkecoh dengan bujukan pengampunan atau perjanjian dengan pihak mana saja.Di hari yang ditentukan, keraton dan rumah-rumah dibakar. Asap mengepul, dan menutupi wilayah Kartasura. Kapten Tack yang terpancing amarah maju ke medan perang. Ia masuk ke keraton yang terbakar, dan menembaki siapa saja yang tampak di depannya.Di tengah asap tebal yang menghalangi pandangan, pasukan Bali yang sudah bergabung dengan pasukan Jawa itu pun bergerak. Mereka muncul mendadak, dan membunuhi serdadu Belanda yang terkaget-kaget. Di tengah gelapnya asap kebakaran itu, Kapten Tack yang perkasa itu pun terbunuh. Versi Jawa, Kapten Tack ditikam Pangeran Puger dengan menggunakan tombak keramat Kiai Plered. Nah, dalam laga Belanda lawan Portugal itu, bisa jadi Belanda akan mengalami kekalahan yang sama, jika Portugal bisa melakukan perlawanan dengan tipuan indah, yang biasa diperagakan tim ini. Jika Portugal terpancing permainan Belanda yang menerapkan long passing, maka yang terjadi akan sebaliknya. Siapakah yang bakal menang dalam laga kali ini? Kita tunggu bersama.==*) Penulis adalah pemerhati masalah budaya, wartawan yang mantan kiper, tinggal di Jakarta. Alamat e-mail jok5000@yahoo.com.Foto: Maniche dan kawan-kawan Portugal-nya. Punya rekor bagus buat mengalahkan Belanda. (AFP/Nicolas Asfouri) (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads