Swastika Nazi Rugikan Jerman?

Kolom

Swastika Nazi Rugikan Jerman?

- Sepakbola
Kamis, 29 Jun 2006 09:31 WIB
Swastika Nazi Rugikan Jerman?
Jakarta - Laga pertama delapan besar Piala Dunia 2006 mempertemukan tim tuan rumah Jerman melawan Argentina. Dua tim yang sama-sama difavoritkan menjadi juara ini harus mempertaruhkan nasibnya. Adakah swastika (kebahagiaan) memberi Jerman kemenangan? Atau justru lambang Nazi itu membawanya pada kekalahan? Inilah hitung-hitungan ilmu gathuk tentang sejarah dan budaya negara tersebut.Jerman luar biasa. Tim asuhan Juergen Klinsman yang semula diragukan itu kian yakin dengan penampilannya. Michael Ballack dan teman-teman menunjukkan kinerja yang apik, dan kemenangan demi kemenangan diraihnya. Prestasi itu tak beda jauh dengan yang diukir Argentina, yang kini harus dihadapi dalam delapan besar.Melihat kekuatan Jerman kini, mau tak mau orang akan menerawang ke masa silam. Masa ketika negeri itu ditakuti banyak bangsa melalui sosok Hitler. Laki-laki yang lahir 20 April 1889 itu adalah bagian dari negeri yang pernah terpecah menjadi dua itu. Lepas disukai atau tidak jalan hidupnya, tetapi laki-laki yang mengakhiri hidup dengan bunuh diri itu telah memberi Jerman nama besar sekaligus aib.Itu pula yang membuat Jerman kini waspada. Pemerintah Jerman tak memberi ruang bagi rakyat untuk sangat patriotis. Berbagai simbol mengingatkan masa Nazi Jerman berusaha ditiadakan. Bahkan, lagu kebangsaan negeri itu juga mulai banyak yang mempertanyakan. Apakah yang membuat bangsa ini begitu antipati dengan masa lalunya itu? Adalah Hitler sang diktator. Saat perang dunia pertama, Hitler baru masuk sebagai sukarelawan. Setelah itu mendirikan organisasi politik berhaluan nasional anti Yahudi, yang tak lama kemudian partai ini diubahnya menjadi partai buruh sosialis nasional (National Sozialistische Deutsche Arbeiterpartei), dan melakukan kudeta. Sayang usaha itu gagal, dan Hitler pun masuk penjara!Ketika di penjara, Mein Kampf yang terkenal itu mulai diterbitkan. Buku itu melahirkan simpati dan membawa pengaruh besar bagi rakyat Jerman. Dalam konsep itu banyak janji diungkapkan, termasuk soal anti Yahudi. Kemampuan mengelola propaganda serta mengajukan konsep tentang pembenahan Jerman yang lagi dilanda masalah memberi keyakinan warganya, bahwa Hitler adalah dewa penyelamat. Dia diyakini mampu mengatasi problem yang melanda negeri. Itu yang memberi ruang bagi Hitler untuk kembali berjudi dengan nasib. Untuk itu, setelah krisis ekonomi dan diadakan pemilihan umum, Hitler pun tampil kembali ke panggung politik. Alasannya, partai gurem yang didirikannya ternyata memperoleh sukses besar, masuk sebagai partai kedua di Reichstag (dewan perwakilan).Tahun 1933 merupakan tahun penting bagi Hitler. Ia berhasil memaksakan kehendak agar diangkat sebagai kanselir negara. Publisitas melalui buku dan janji-janjinya yang telah meresap ke relung hati warga Jerman tak memberi alasan bagi pihak lain untuk menolaknya. Akhirnya jadilah Hitler sebagai motor penggerak politik negeri itu. Masa-masa itulah yang mempermalukan Jerman hingga hari ini. Seluruh unsur demokrasi diberangus, lawan-lawan politiknya dihabisi, dikejar dan ditangkapi. Sedang bangsa Yahudi yang mukim di Jerman dibasmi dengan keji, dimasukkan dalam gerbong, dibiarkan mati secara keji. Setelah itu Hitler memproklamirkan perang demi perang. Austria diduduki, Cekoslovakia diinvasi, dan mengibarkan perang dunia II dengan menyerbu Polandia. Baru setelah Rusia memasuki Berlin, ambisi Hitler pun pupus. Ia merasa kalah dan bunuh diri di sebuah bunker bersama Eva Braun yang baru beberapa hari dinikahi.Terus bagaimana dengan swastika yang dijadikan lambing Nazi Jerman itu? Soal ini memang agak aneh. Hitler yang keji dan barbar itu itu kok bisa-bisanya mengambil simbol salib bengkok yang menyiratkan perputaran alam serta lambang kebahagiaan sebagai bagian dari jatidirinya. Padahal lambang yang sakral itu ditemukan di Asia sekitar tiga ribu tahun sebelum Masehi. Tapi itulah Hitler, yang kehidupannya serba misterius, tak terkecuali alasan menggunakan swastika sebagai lambang partai, bendera serta lencana.Adakah sepenggal sejarah kelam Jerman ini bakal memberinya keuntungan atau justru kerugian dalam laga melawan Argentina kali ini? Ah, mana tahu. Tapi kalau ingin sebuah dramatisasi, maka harusnya Jerman yang kalah. ==*) Penulis adalah pemerhati masalah budaya. Alamat e-mail jok5000@yahoo.com (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads