Gronkjaer tengah berlibur dan sedang menikmati kopi di sebuah kafe ketika sebuah telepon mengabarinya bahwa Kopenhagen diundi untuk berhadapan dengan Chelsea, mantan klubnya.
Chelsea jelas bukan lawan mudah buat Kopenhagen mengingat status mereka sebagai klub teras Eropa. Toh, Gronkjaer tetap menyambut gembira pertemuan itu karena ia punya memori indah di Chelsea.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bisa kembali ke (Stamford) Bridge. Tapi saya harus akui ini bukan undian yang bagus," terang pemain kelahiran 33 tahun lalu tersebut.
Gronkjaer pernah menjadi pemain di periode 2000-2004. Meski sudah tujuh tahun meninggalkan The Blues, Gronkjaer masih bisa mengidentifikasi kekuatan klub London barat itu.
"Chelsea jelas jadi tim yang tidak ingin kami hadapi karena mereka sangat kuat secara fisik. Skuad mereka berisi pemain-pemain fantastis dan cara bermain mereka mirip dengan kami," kata Gronkjaer.
"Ini akan jadi pertandingan yang berat dan banyak menguras fisik, tapi kami beruntung bermain kandang duluan. Di stadion kami, para pendukung di belakang kami, kami bisa meraih hasil baik," tekad dia.
(arp/a2s)











































