MU sukses mencapai partai puncak Liga Champions di Roma dua tahun lalu. Tapi perjalanan MU saat itu berakhir dengan pahit karena gagal menggondol gelar usai dipukul Barca dengan dua gol tanpa balas.
Musim ini MU kembali sampai ke final, lagi-lagi menghadapi Barca. Mantan kiper MU Peter Schmeichel cukup yakin hasil dua tahun lalu akan dijadikan pelajaran oleh bekas timnya dalam usaha membuahkan hasil berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keyakinan Schmeichel yang pernah membantu MU memenangi treble musim 1998β99 tersebut didasari karena musim ini The Red Devils memiliki Chicharito, yang ia banding-bandingkan dengan mantan rekannya, Ole Gunnar Solskjaer, yang juga berperan besar saat MU menjuarai Liga Champions tahun 2009.
"Kami punya Chicharito dan, ya Tuhan, sangat langka Anda punya seorang pemain yang langsung membuat dampak semacam itu di musim pertamanya."
"Ole Gunnar punya musim pertama yang sama dan langsung merebut hati semua orang. Ia adalah pemain luar biasa dengan bakat luar biasa, dan ia pasti punya benak yang juga menakjubkan karena mampu melakukannya, dan kemampuannya mengatasi tekanan juga luar biasa," puji Schmeichel.
Schmeichel menilai tidak ada jalan pintas untuk menang menghadapi Barca. Menurutnya, kesabaran akan jadi kunci utama MU dalam usaha mengatasi gaya Barca menguasai bola lewat pemain kuncinya, Lionel Messi, Andres Iniesta dan Xavi.
"(Di Roma) taktik MU adalah menunggu dan melihat situasi. Lalu beberapa pemain merasakan pemain Barca gugup dan mereka mulai menekan sehingga merusak taktik itu."
"Kali ini, dengan pengalaman, akan jadi final yang lebih baik. Saya sangat menantikan hari Sabtu, saya tidak sabar menunggu," lugas Schmeichel.
(krs/din)











































