Fergie kini berusia 69 tahun, sudah bergelimang trofi bersama klub yang pernah dilatihnya, seperti Aberdeen dan Manchester United sekarang. Fergie jugalah otak dibalik suksesnya United mencapai rekor 19 kali juara Liga Inggris--ia sukses menyumbang 12 trofi di antara 19 itu.
Sementara Guardiola baru berusia 40 tahun. Musim ini baru musim ketiganya menjajal dunia kepelatihan klub profesional. Namun, ia sudah mempersembahkan sembilan trofi untuk Barca, tiga di antaranya adalah gelar juara La Liga dalam tiga musim terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itu yang terlihat dari luar. Bagaimana pendekatan mereka terhadap skuad? Guardiola tampak lebih kalem ketimbang Fergie yang kerap menyemprot anak buahnya jika melakukan kesalahan. Bahkan Fergie terkenal dengan hair-dryer treatment--caranya memarahi pemain ketika tak menjalankan strateginya dengan baik.
Tapi, di sisi lain, keduanya adalah motivator ulung. Hal ini diungkapkan oleh Gerard Pique, bek Barca yang juga pernah berada di bawah arahan Fergie.
"Guardiola dan Ferguson terlahir sebagai seorang motivator," ujarnya seperti dilansir Reuters.
"Bagi saya, saya selalu mengatakan, dia (Fergie) seperti ayah kedua bagi saya," lanjut Pique.
Pique pindah ke Manchester dalam usia yang sangat belia, 18 tahun. Jauh dari rumah telah membuatnya merasa mendapatkan bimbingan yang diperlukan dari Fergie.
Sementara itu, pelatih Shakhtar Donetsk, Mircea Lucescu, mengatakan bahwa Fergie dan Guardiola adalah ikon untuk klub masing-masing. Fergie sudah lebih dari dua dekade menangani United dan bisa dibilang dirinyalah yang memberikan fondasi bagi karakter United. Sementara Guardiola adalah didikan asli Barca sehingga tahu seluk-beluk klub dari akarnya.
"Kita semua tidak bisa membayangkan jika mereka pergi meninggalkan klub dan datang penggantinya," ucap Lucescu.
(roz/a2s)











































