Milan yang lebih dulu unggul melalui gol cepat Alexandre Pato kemudian harus balik tertinggal setelah Pedro Rodriguez dan David Villa menjebol gawang mereka. Tandukan Thiago Silva di periode injury time akhirnya membuat Rossoneri pulang dengan membawa satu poin hasil imbang 2-2.
Milan, sebagaimana diakui Adriano Galliani, beruntung bisa pulang dengan hasil imbang. Catatan pertandingan Soccernet menyebut kalau penguasaan bola kedua tim sangat timpang yakni 75% : 25%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memulai pertandingan dengan baik, tapi kemudian sedikit menderita setelahnya. Tidak mudah bermain menghadapi klub juara seperti ini. Anda tak bisa mengambil banyak risiko dan mereka sangat berbahaya dalam situasi satu lawan satu," sahut Nesta seperti diberitakan Football Italia.
Milan hampir sepanjang laga dipaksa bertahan di daerah permaiannya sendiri. Dalam kondisi itu, delapan hingga sembilan pemain Diavolo Rosso berdiri menciptakan benteng di muka kotak penalti.
"Kami dipaksa mundur lalu berusaha mencoba merebut bola kembali. Kami kemasukan gol-gol bodoh, terutama yang pertama. Di luar itu, kami bertahan dengan baik menghadapi tim yang sangat baik dalam menyerang," lanjut Nesta.
Meski sudah berusia 35 tahun, Nesta tetap tampil gemilang di jantung pertahanan Milan. Beberapa kali dia berhasil mematahkan akselerasi Messi, Pedro dan Villa, yang tampil sangat ofensif.
"Kami akan pergi ke sana dengan motivasi yang sama seperti menghadapi Barcelona. Kami ingin menang dan kami akan memberikan segalanya," tuntas Nesta terkait lawatan Diavolo Rosso ke Napoli akhir pekan ini.
(din/mfi)











































