UEFA Tak Temukan Indikasi Pengaturan Skor

Liga Champions

UEFA Tak Temukan Indikasi Pengaturan Skor

- Sepakbola
Kamis, 08 Des 2011 23:03 WIB
UEFA Tak Temukan Indikasi Pengaturan Skor
Nyon - Dua partai Grup D Liga Champions mengetengahkan hasil yang memancing dugaan adanya pengaturan skor dari rumah judi. UEFA sudah menyelidiki tetapi sejauh ini belum menemukan adanya indikasi itu.

Secara mengejutkan, Lyon berhasil lolos ke babak 16 besar Liga Champions menemani Real Madrid yang sudah lebih dulu memastikan tiket ke fase itu. Hal itu tidak lepas dari dua partai yang dijalani baik oleh Lyon maupun Madrid.

Jelang matchday 6, Lyon masih kalah bersaing dari Ajax dan butuh kemenangan besar plus rivalnya itu kalah dari Madrid agar bisa unggul selisih gol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenyataannya, Lyon menang telak 7-1 atas Dinamo Zagreb, Kamis (8/12/2011) dinihari WIB, sementara di saat yang bersamaan Madrid menang 3-0 atas Ajax. Walhasil, Lyon mengungguli Ajax dalam hal selisih gol dan lolos ke babak 16 besar.

Kenyataan tersebut kemudian mengundang kecurigaan adanya pengaturan skor dari bursa judi, yang mana juga diuntungkan dengan hasil mengejutkan tersebut.

Hal itu dengan cepat direspon UEFA yang langsung melakukan penyelidikan dengan menggunakan sebuah metode deteksi penipuan dalam bursa taruhan, bernama Betting Fraud Detections System.

Dari penyelidikan tersebut UEFA tidak menemukan pola judi yang tidak biasa. Artinya, dugaan pengaturan skor dari rumah judi pun tidaklah terbukti.

"Untuk saat ini, sistem ini tidak menunjukkan adanya pola judi yang tidak biasa di partai-partai kemarin (Kamis dinihari WIB) atau hasil di partai itu, sehubungan dengan penyelidikan dalam masalah ini," terang UEFA seperti dilansir Reuters.

Akan tetapi, UEFA menegaskan akan tetap mengambil tindakan tegas jika ofisial pertandingan menaruh kecurigaan. "Kami sedang menunggu laporan dari wasit dan inspektur pertandingan untuk melihat, dalam opini mereka, apa ada sesuatu yang mencurigakan."

"Jika memang ada sesuatu yang dapat melahirkan keraguan dalam laporan tersebut, UEFA bisa menugaskan inspektur disipliner untuk menyelidiki masalah ini. Tapi sejauh ini ada alasan untuk melakukannya," lanjut keterangan UEFA.




(krs/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads