AC Milan nyaris saja tak lolos kala berhadapan dengan Arsenal di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Marek Hamsik pun mewaspadai akan hal itu dan tak ingin Napoli bernasib sama.
Memegang keunggulan 4-0 di leg pertama, Milan harus tertinggal 0-3 di babak pertama laga di Emirates Stadium dinihari tadi. Dengan kondisi ini, Arsenal hanya butuh dua gol untuk melengserkan Rossoneri dari Liga Champions.
Untung Milan akhirnya bangkit di babak kedua dan berhasil melaju ke perempatfinal dengan keunggulan 4-3. Bukan laga yang mudah tentunya untuk Milan meskipun akhirnya mereka lolos.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski kondisi Chelsea saat ini tengah tak stabil pasca dipecatnya Andre Villas-Boas, tapi Hamsik mewanti-wanti rekan setimnya agar tidak mengulangi kesalahan Milan saat melawan Arsenal karena The Blues tangguh bila bermain di kandang.
"Kami kini ada laga kontra Cagliari, tapi semua sudah menunggu laga kontra Chelsea. Milan sangat kesulitan di London. Jadi kami tidak boleh bernasib sama," tukas Hamsik di Football Italia.
"Kami harus melakukan apa yang tidak Milan lakukan di babak pertama, di mana mereka sangat kesulitan. Kami butuh konsentrasi maksimal," sambungnya.
Lebih lanjut Hamsik melihat ditunjuknya Roberto Di Matteo sebagai caretaker Chelsea hingga akhir musim bisa membawa perubahan baru bagi 'Si Biru'. Gelandang Slovakia itu menilai klub asal London Barat itu bakal merepotkan timnya.
"Kemarin Chelsea menang di Piala FA di bawah asuhan Roberto Di Matteo. Pelatih baru selalu membawa kejutan dan perubahan penampilan. Ini adalah kerugian untuk kami, tapi itu tidak harus mengubah gaya kami."
"Chelsea akan menyerang, jadi kami serangan balik kami harus mematikan. (Edinson) Cavani dan (Ezequiel) Lavezzi juga fenomenal dalam hal itu."
"Kami hanya memikirkan diri kami sendiri dan akan mengikuti arahan Mazzarri yang sudah terbukti hebat untuk laga berat seperti ini," pungkasnya.
(mrp/krs)











































