Pekan lalu Bilbao menelan kekalahan 1-2 ketika bertamu ke markas Sporting Lisbon dalam laga leg I babak semifinal. Dengan tipisnya skor, pertarungan pada leg II pun diprediksi akan berjalan ketat.
Prediksi itu tak luput jauh. Di San Mames, Jumat (27/4/2012) dinihari WIB, Sporting memberikan perlawanan sengit untuk tuan rumah Bilbao.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung Ibai Gomez dengan cepat bisa mengurangi ketegangan kubu tuan rumah lewat golnya di menit injury time untuk membuat Bilbao memimpin 2-1 sekaligus bikin agregat jadi 3-3.
Jika skor itu bertahan maka pertandingan tak pelak mesti lanjut ke babak perpanjangan waktu atau bahkan penalti. Namun, itu dapat dihindari lewat gol krusial dari Llorente dua menit sebelum bubaran. Bilbao menang 3-1 dan berhak ke final dengan agregat 4-3.
"Ini luar biasa," kata Llorente dalam wawancara kepada televisi yang dikutip Reuters, dengan dilatarbelakangi gemuruh suara suporter tuan rumah dalam merayakan kemenangan.
"Ini adalah kali pertama aku merasa seperti ingin menangis di lapangan sepakbola. Tak diragukan lagi itu adalah gol terpenting yang pernah aku buat," lugas penyerang yang mendapatkan julukan El Rey Leon atau Raja Singa karena rambut pirangnya yang tebal itu.
Gol tersebut membuat Llorente kini sudah mengemas 7 gol di Liga Europa, atau terpaut tiga gol dari topskorer sementara Klaas-Jan Huntelaar (Schalke 04) dan Radamel Falcao (Atletico Madrid).
Bilbao tentu berharap Llorente akan bisa menambah pundi-pundi golnya di partai final Liga Europa saat menghadapi sesama tim Spanyol, Atletico, pada 9 Mei mendatang.
(krs/din)











































