Karier melatih Simeone di Vicente Calderon dimulai bulan Desember lalu ketika ia didapuk menangani Atletico, yang juga pernah ia bela saat masih aktif bermain.
Kiprah Simeone, yang mulai menekuni dunia kepelatihan dengan menangani Racing pada tahun 2006, terbilang cukup oke. Di bawah arahan mantan pemain timnas Argentina itu Atletico sudah berhasil melewati hadangan Lazio, Besiktas, Hanover 96 dan Valencia dalam perjalanan menuju final Liga Europa musim ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku belum bicara kepada Bielsa tetapi aku punya rasa hormat besar untuknya," kata Simeone.
Tantangan untuk Simeone tidak kecil mengingat polesan Bielsa di Bilbao pun sudah menuai banyak pujian. Meski dikenal eksentrik, Bielsa sudah berhasil menerapkan gaya permainan berbasis penguasaan bola di Bilbao, membuat tim itu kini dibanding-bandingkan dengan Barcelona.
Yang luar biasa, Bielsa melakukannya dalam waktu relatif singkat karena baru mulai melatih Bilbao sedari musim panas lalu. Belum genap semusim, ia sudah mengantar Los Leones ke dua final; Copa del Rey kontra Barcelona dan Liga Europa lawan Atletico.
"Aku ingin memenangi final, terlepas dari ada atau tidaknya dua pemain yang pernah aku tangani di kubu lawan," tegas Bielsa merujuk kepada Simeone dan mantan pemain internasional Argentina lain, German Burgos, yang jadi asisten Simeone.
"Kami sudah sepakat untuk tidak berbicara sampai dengan satu bulan setelah final. Burgos bertindak sebagai penyampai pesan," lanjutnya.
(/)











































