Keroposnya lini belakang Manchester United membuat stabilitas permainan tim menjadi terganggu. Sementara CFR Cluj, meski bertindak sebagai tuan rumah, tampaknya hanya akan menggunakan opsi standar lewat serangan balik.
MU akan melawat ke Stadion Dr. Constantin Radulescu, markas Cluj, Rabu (3/10/2012) dinihari WIB, untuk melakoni matchday kedua Liga Champions. Kedua tim sebelumnya sama-sama meraih kemenangan di laga pembuka.
Badai cedera yang menghantam barisan pertahanan MU tentu membuat Alex Ferguson mesti memutar otak untuk menyiasatinya. Tetapi, di balik kabar negatif tersebut, Fergie bisa cukup tenang mengingat sudah pulihnya Wayne Rooney untuk menambah daya gedor 'Setan Merah'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, tiga gelandang di tengah bisa disokong oleh trio Darren Fletcher, Anderson, dan Tom Cleverley, yang bermain padu kala melawan Newcastle United di Piala Liga tengah pekan lalu. Cleverley dan Anderson dapat memerankan ball-winning midfielder, dan Fletcher, yang gaya bermainnya lebih konservatif, akan diplot sebagai gelandang box-to-box.
Jika betul Fergie nanti akan menerapkan skema 4-3-2-1, otomatis pergerakan sayap sangat tergantung kepada dua full-back mereka, Patrice Evra dan Rafael, untuk ikut maju merangkai serangan, sekaligus menutup penetrasi lawan dengan efektif.
Berbeda dengan The Red Devils, semua punggawa Cluj berada dalam kondisi 100% siap turun. Itu berarti tak akan ada perubahan berarti, atau tak berubah sama sekali. Yang akan dilakukan Jorge Martinez: tetap menerapkan skema 4-2-3-1 dengan penekanan terhadap fleksibilitas di lini tengah.
Skema 4-2-3-1 Martinez sukses membawa Cluj mempecundangi Braga 2-0. di kandangnya pada matchday pertama. Lini depan Cluj akan diampu oleh Rafael Bastos yang bertugas sebagai advanced playmaker, lalu dua inside forward; Modou Sougou dan Camora, serta Pantelis Kapetanos yang berperan sebagai penyerang tunggal.
Jika MU tak lagi mengalami elektabilitas di lini tengah, seperti saat dikalahkan Tottenham Hotspur di liga lantaran bergerak terlalu kaku, maka poin penuh bisa diraih di markas Cluj.
Untuk Cluj, Martinez mestinya sempat melihat pola Spurs dalam menekan gelandang-gelandang MU sejak menit awal, dan sukses melancarkan counter attack yang efisien. Jika ini bisa dilakukan, mereka bisa memulangkan MU dengan kepala tertunduk.
(roz/roz)











































