Menjadi unggulan di Grup C, Milan mengawali perjuangan di fase grup Liga Champions dengan hasil mengecewakan. Bermain buruk di depan pendukungnya sendiri, skuat besutan Massimiliano Allegri cuma bisa dapat hasil imbang 0-0.
Milan di awal musim ini memang dalam posisi sangat tak stabil menyusul perubahan besar yang terjadi di skuat mereka. Meski penampilannya kini belum benar-benar meyakinkan, Christian Abbiati dkk. dianggap telah mengalami perbaikan performa saat ini. Sukses mengimbangi Napoli di Seri A menjadi indikasi akan hal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam beberapa pekan kami telah meraih puncak penampilan kami, dengan memiliki performa tim yang baik dan juga sistem pengorganisasian. Bagamanapun, kondisi yang sama terjadi di Milan, yang jauh lebih baik dibanding saat kami menjalani laga away. Melihat di klasemen, kedua tim butuh kemenangan. Saya berharap pertandingan yang terbuka, tapi itu tak sejalan dengan Milan dan kami juga harus bermain dengan gaya yang realistis," papar pelatih Anderlecht, John van den Brom.
"Menghadapi Milan kami tidak akan bisa menghasilkan banyak peluang seperti jika berlaga di kompetisi domestik. Tapi kini kami bermain di kandang, dan kami akan mencoba memanfaatkan peluang yang ada," lanjut dia di situs resmi UEFA.
Pernyataan senada dilontarkan penjaga gawang Silvio Proto. Dengan telah banyak pertandingan dilalui dan Stephan El Shaarawy yang makin tajam, Milan disebutnya makin percaya diri.
"Milan tak lama lagi seperti tim yang kami hadapi di San Siro. Mereka lebih punya kepercayaan diri dan pemainnya punya mental yang lebih baik. Tapi ini pertandingan sepakbola dan segalanya bisa saja terjadi."
"Kami juga lebih percaya diri, tapi kami harus lebih waspada. Kami tidak bisa langsung menyerang sejak awal. Milan tim yang cerdas, yang punya banyak sekali pengalaman di kompetisi ini," terang Proto.
(din/mrp)











































