Ada beberapa faktor yang membuat Bayern menjadi favorit. Salah satunya adalah menilik catatan mereka di kompetisi domestik. Jarak 20 poin dengan penghuni peringkat dua, Borussia Dortmund, bukan datang dengan tiba-tiba.
Bayern adalah tim paling konsisten di Bundesliga saat ini. Dari klub-klub yang berlaga di lima liga teratas Eropa, Bayern, bersama Manchester United, menempati urutan teratas untuk catatan tak terkalahkan. Bayern dan United tercatat sudah melakoni 16 pertandingan berurutan tanpa pernah kalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catatan yang terakhir itu membuat beberapa pihak memprediksi bahwa laga antara Barcelona dan Bayern akan menjadi laga ideal di final Liga Champions nanti. Belum lagi mengingat fakta bahwa Bayern dan Barca adalah langganan laga final dalam beberapa musim terakhir.
Dalam empat musim terakhir, Barca melakoni dua partai final, yakni pada 2009 dan 2011 --dan memenangi keduanya. Sementara, Bayern melaju ke final tahun 2010 dan 2012. Ironisnya, berkebalikan dengan Barca, Bayern kalah pada dua kesempatan tersebut.
Terakhir kali ke final, Bayern ditundukkan Chelsea melalui adu penalti. Makin miris, kekalahan itu didapat di kandang mereka sendiri, Allianz Arena, dan sebelumnya mereka sudah sempat unggul 1-0 lebih dulu.
Dengan kekecewaan yang diterima pada musim lalu tersebut, Bayern terlecut untuk mencapai pencapaian yang lebih baik musim ini. Hanya saja, Jupp Heynckes, mewakili anak-anak buahnya, mengaku enggan disebut favorit. Mereka memang ingin meraih trofinya, tapi disebut atau mengaku diri sebagai favorit adalah sebuah tabu.
"Saya tidak punya ketertarikan untuk menguliti sebelum membunuh beruangnya," ucap Heynckes di Telegraph.
"Tim saya tidak pernah mendengarkan mereka yang mengatakan bahwa kami adalah tim terbaik di Eropa saat ini," lanjut manajer yang pernah membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions tersebut.
Satu yang patut diingat adalah fakta bahwa Bayern belum ke mana-mana. Mereka masih berada di perdelapanfinal dan baru akan melakoni laga kedua menghadapi Arsenal, Kamis (14/3/2013).
Setelah menang 3-1 di Emirates, Bayern memang jadi lebih diunggulkan. Tapi, Philipp Lahm ikut mengelak jika ada perkataan yang menyebut pekerjaan mereka sudah selesai.
"Mereka bermain di liga yang kuat dan pernah melangkah jauh di masa lalu. Banyak tim juga pernah lengah karena keunggulan," lugas Lahm.
(roz/a2s)











































