Sejak ditangani Jose Mourinho, Madrid dalam dua musim terakhir selalu melaju ke semifinal, namun mereka selalu kandas. Pertama kalah agregat 2-4 dari Barcelona di musim 2010/2011 sementara musim lalu mereka kalah adu penalti dari Bayern Munich
Musim ini sekali lagi Madrid di ambang mencapai semifinal ketiga beruntunnya namun sebelum itu mereka harus melewati Galatasaray, leg pertama di Santiago Bernabeu. Kamis (4/4/2013) dinihari WIB nanti sementara pekan depan di Telkom Arena dalam babak delapan besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini Madrid akan menghadapi Galatasaray yang berbeda karena di sana banyak dihuni pemain top seperti Wesley Sneijder dan Didier Drogbat serta keberadaan Burak Yilmaz sebagai topskorer sementara Liga Champions. Namun rasa penasaran Los Blancos karena selalu gagal di dua semifinal terakhir akan jadi pemicu semangat untuk mereka.
Apalagi mereka menargetkan untuk meraih La Decima alias gelar ke-10 di kompetisi yang sudah mereka idam-idamkan selama satu dekade lebih terakhir. Kali terakhir Madrid di final adalah tahun 2002 saat menang 2-1 dari Bayer Leverkusen.
"Tidak ada yang lebih besar dari motivasi untuk mencapai semifinal. Yang bisa mengalahkan hanyalah kami bisa melaju ke final. Kami tahu sejarah Madrid di kompetisi ini," ujar Mourinho di situs resmi UEFA.
"Kami juga tahu bahwa belakangan Madrid tidak begitu sukses di kompetisi ini. Saya tidak melihat tim ini lebih baik atau lebih buruk dibanding musim lalu. Ada beberapa hal yang harus kami tingkatkan usai tersingkir di semifinal musim lalu. Kami datang dengan kondisi pemain fit dan tidak ada yang cedera."
(mrp/krs)











































