Dukungan suporter Galatasaray di Ali Sami Yen Spor Kompleksi nyaris meloloskan Cibom ke semifinal. Sayang mereka tersingkir di tangan Real Madrid dan faktor itu dinilai Jose Mourinho yang bikin timnya kesulitan sepanjang 90 menit.
Madrid bermain di stadion berkapasitas 52.652 penonton itu di leg kedua perempatfinal Liga Champions, Rabu (10/4/2013) dinihari WIB dan mengantungi keunggulan 3-0 dari leg pertama. Laga berjalan tujuh menit Madrid sudah unggul lewat gol Cristiano Ronaldo.
Galatasaray yang harus mencetak lima gol untuk lolos akhirnya bangkit di babak kedua dan hanya dalam tempo 15 menit mereka mampu bikin tiga gol lewat Emmanuel Eboue, Wesley Sneijder dan Didier Drogba. Keunggulan 3-1 ini yang kian membakar semangat anak asuh Fatih Terim itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi gol kedua Ronaldo di masa injury time menamatkan peluang Galatasaray sekaligus meloloskan Madrid dengan agregat total 5-3. Statistik mencatat Madrid kalah penguasaan bola 45%:55%, lalu cuma bikin total 13 tendangan sementara Galatasaray bikin 20.
Sempat dihadapkan pada fakta mereka nyaris tak lolos, Mourinho menyebut para pemain Madrid sebenarnya tidak gugup ketika tertinggal, melainkan memang Galatasaray sulit ditaklukkan di kandangnya sendiri.
Apalagi pada kunjungannya ke markas Galatasaray musim 2000/2001 juga di babak perempatfinal berakhir juga dengan kekalahan 2-3 di di Stadion Ali Sami Yen lama. Memang kandang 'Si Singa' masih angker untuk 'Si Putih'.
"Aku tidak punya waktu untuk gugup. (Galatasaray) tidak hanya bermain dengan 11 pemain hari ini. Mereka bermain dengan 50.000 orang. Pada laga seperti ini kami bisa saja kalah dan tidak mendapatkan hasil apapun," ungkap Mourinho di situs resmi UEFA.
(mrp/cas)











































