Bertemunya Chelsea dan Galatasaray di babak 16 besar Champions akan menguras emosi Jose Mourinho dan Didier Drogba, dua figur yang sangat dekat dengan klub asal London Barat itu.
Undian babak 16 besar Liga Champions mengharuskan kedua klub itu bertemu, dengan Galatasaray menjadi tuan rumah lebih dulu 26 Februari, sebelum Chelsea gantian di 18 Maret.
Laga ini bukan saja laga untuk "hidup mati" bagi kedua tim demi merebut tiket lolos ke perempatfinal, tapi juga laga spesial bagi sosok penting di Galatasaray dan juga Chelsea, yakni Drogba dan Mourinho.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang paling spesial tentu tendangan terakhirnya untuk Chelsea di Allianz Arena pada Mei 2012 dan membawa klub itu mengalahkan Bayern Munich dalam adu penalti di final Liga Champions.
Serta tentunya Mourinho yang boleh bersyukur karena keinginannya bertemu Drogba akhirnya terwujud. Manajer Portugal itu tentu punya kedekatan khusus dengan Drogba, karena ialah yang membawa pemain 35 tahun itu ke Inggris di musim pertamanya menangani Chelsea.
"What a draw... Aku adalah orang paling beruntung di kompetisi ini," ujar Drogba di akun instagram-nya seperti dilansir Soccerway.
"Aku seperti bermain di kandang pada dua laga itu! Sampai bertemu beberapa bulan lagi."
Setelah keduanya berpisah tahun 2007, Drogba dan Mourinho sudah bertemu dua kali ketika Inter Milan menghadapi Chelsea tahun 2010 serta musim lalu kala Real Madrid bertemu Galatasaray.
(mrp/mfi)











































