Sejak berkarier di luar negaranya, Jose Mourinho selalu meraih trofi per musimnya, kecuali musim lalu. Musim ini ia terancam bertangan hampa lagi.
Sebabnya, peluang Chelsea di Liga Inggris menipis setelah kalah 1-2 dari Sunderland tadi malam di Stamford Bridge. Selisih mereka menjadi 5 angka dari pemuncak klasemen Liverpool, sedangkan kompetisi tersisa tiga pertandingan lagi.
Setelah tersingkir di putaran kelima di Piala Liga Inggris, dan kandas di perempatfinal Piala FA, turnamen yang masih bisa dimenangi The Blues adalah Liga Champions. Mereka akan melanjutkan kiprahnya dengan menghadapi Atletico Madrid di babak semifinal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktanya, selama 10 tahun ada saja trofi yang dimenangi Mourinho per musimnya. Ia bahkan selalu meraih piala di musim pertamanya di sebuah klub.
Di musim pertamanya di Chelsea (2004/2005), ia langsung membawa klub tersebut menjuarai Premier League (plus Piala Liga).
Di musim pertamanya di Inter Milan (2008/2009), ia memenangi Piala Super Coppa dan gelar Scudetto. Begitu pula di Real Madrid (2010/2011), ketika ia memberikan trofi Copa del Rey pertama untuk Los Blancos dalam 18 tahun terakhir.
Ia memang tidak langsung mempersembahkan gelar saat pertama kali melatih FC Porto. Namun situasinya berbeda karena ia baru bekerja di paruh kedua di musim itu (2001/2002), persisnya dari Januari sampai Mei 2002. Tapi di musim berikutnya, full satu musim, ia memberikan Porto titel liga, piala liga, dan Piala UEFA.
Nah, apabila Chelsea bernasib sial alias tidak memenangi apapun di musim ini, maka itu berarti Mourinho akan mengulangi catatannya di musim lalu. Di musim terakhirnya di Madrid ia tidak meraih gelar apapun: hanya runner-up di La Liga dan Copa del Rey, serta terhenti di semifinal Liga Champions.
Riwayat karier Jose Mourinho:

(a2s/krs)











































