Jose Mourinho kembali dikritik keras terkait strategi bertahannya di leg pertama semifinal Liga Champions. Manajer Chelsea itu punya pembelaan soal gaya bermain timnya yang bikin Atletico Madrid frustrasi.
Melawat ke Vicente Calderon, Rabu (23/4) dinihari WIB, Chelsea bermain seperti yang sedikit banyak diprediksi yakni menumpuk banyak pemain di kotak penalti dan membuat Atletico, -- yang selalu mencetak gol sebelum laga ini --, kesulitan.
Sepanjang laga Chelsea membiarkan Atletico menguasai sekitar 69 ball possesion dan melepaskan total 25 tembakan tapi hanya empat yang mengarah tepat ke gawang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mourinho pun punya pembelaan terkait taktiknya di laga itu mengingat Atletico adalah tim berbahaya karena sudah menyingkirkan AC Milan serta Barcelona, maka manajer asal Portugal itu mau tak mau harus meredam permainan atraktif tim asuhan Diego Simeone agar tak melakoni leg kedua dalam posisi kalah.
"Hasil itu bukan seperti yang kuinginkan sebelum kick-off, tapi aku juga tidak ingin dalam posisi kalah saat melakoni leg kedua. Hasil imbang tanpa gol bukanlah hasil positif bagi tim yang bermain di kandang pada leg kedua, tapi aku harus menerimanya," ujar Mourinho di Football Italia.
"Atletico sangat frustrasi, di mana biasanya mereka yang membuat lawan frustrasi. Timku tampil solid, kami bermain dengan gaya yang merepotkan Colchoneros," lanjutnya usai laga yang berakhir 0-0 itu.
"Atletico Madrid mengalahkan Milan dan Barcelona di sini, di mana kami mampu mengontrol permainan."
(mrp/roz)











































