Akhir pekan kemarin, Liverpool susah payah memetik kemenangan atas QPR. Sulitnya laga untuk anak asuh Brendan Rodgers bisa dilihat dari fakta bahwa dua dari tiga gol yang mereka ciptakan merupakan gol bunuh diri pemain QPR.
Sempat buntu, Liverpool baru bisa memecahnya saat laga berjalan 67 menit. Bahkan dua gol terakhir baru tercipta di saat waktu normal pertandingan telah habis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami semua tahu harus tampil lebih baik dari itu. Kami puas dengan tiga poin, tapi performanya tidak cukup bagus," kata Jordan Henderson kepada Liverpool Echo.
"Babak pertama tidak cukup oke. Kami tidak menunjukkan permainan yang semestinya, kami gagal menjaga penguasaan bola, dan kami tidak mendominasi. Saya tidak tahu kenapa banyak hal tidak berjalan pas, itu mengecewakan tapi di babak kedua meningkat," lanjut sang gelandang.
"Kami akan mengambil hal-hal positif dari laga tersebut dan kami akan memperbaiki yang negatif di latihan jelang laga besar Rabu nanti. Tidak masalah apakah Real Madrid atau siapapun yang datang setelahnya, kami perlu meningkat di semua area setelah laga kemarin," tambahnya.
Melawan Madrid, Kamis (23/10/2014) dinihari WIB nanti, jelas jauh lebih menantang ketimbang QPR, meski di laga nanti bakal tampil di hadapan publik sendiri. Los Blancos punya para pemain terbaik dunia macam Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, James Rodriguez, dan Toni Kroos. Liverpool tak punya pilihan lain selain meningkatkan penampilannya.
"Mereka punya beberapa pemain hebat, tapi Anda selalu ingin bermain melawan para pemain terbaik dan tim-tim terbaik di dunia. Begitulah Anda berkembang sebagai pemain," sahut Henderson.
"Kami harus turun ke lapangan tanpa rasa takut dan fokus bermain dengan cara yang kami tahu kami mampu mainkan. Performa kami perlu berada di level tinggi, kami mampu meraih hasil bagus," demikian gelandang 24 tahun ini.
(raw/cas)











































