Strategi Rodgers Saat Liverpool Hadapi Basel Dipertanyakan

Strategi Rodgers Saat Liverpool Hadapi Basel Dipertanyakan

- Sepakbola
Rabu, 10 Des 2014 23:50 WIB
Strategi Rodgers Saat Liverpool Hadapi Basel Dipertanyakan
Getty Images/Laurence Griffiths
Liverpool - Cara Liverpool menghadapi Basel di partai pamungkas fase grup Liga Champions menuai kritikan. Sebagai manajer, Brendan Rodgers pun dianggap bertanggung jawab meskipun itu bukan berarti ia mesti dipecat.

The Reds tersingkir dari Liga Champions menyusul hasil seri 1-1 ketika menjamu Basel di matchday 6 Liga Champions, Rabu (10/12/2014) dinihari WIB. Liverpool menyudahi fase grup di posisi tiga sehingga cuma berhak maju ke ajang Liga Europa.

"Menurut saya cara kami mendekati pertandingan itu sedikit negatif. Kami memulai pertandingan, yang harus kami menangi, dengan tempo yang sangat rendah. Kami tidak membuat mereka dalam tekanan," ulas Roy Evans, mantan pemain dan manajer Liverpool, di talkSPORT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria 66 tahun itu tak ayal mempertanyakan strategi yang diterapkan Rodgers kepada para pemainnya. Menurutnya Rodgers bersikap terlalu taktis dan tidak langsung memberi instruksi agar 'Si Merah' menyerang sedari awal.

"Jika Anda harus menang, kenapa tidak langsung menekan lawan sedari menit awal? Kami malah menunggu sampai tampil 10 pemain dengan 20 menit tersisa baru habis-habisan menyerang. Kami nyaris berhasil meraih hasil yang dibutuhkan, tapi kenapa tidak melakukannya sedari awal? Cuma itu keluhan saya. Terkadang Anda harus berpikir, 'Oke, kami harus menang, kami mesti habis-habisan'," tegas Evans.

Namun demikian, Evans tetap menyatakan dukungannya kepada Rodgers. Ia menilai bahwa secara keseluruhan Liverpool saat ini belum mampu mengatasi kepergian Luis Suarez, yang diperparah dengan cederanya Daniel Sturridge.

"Saya pikir itu tak menambah tekanan lagi ke Brendan. Para suporter harus sedikit menyadari bagaimana realisasinya. Musim lalu kami menjalani sebuah musim bagus dan pantas berada di Liga Champions, tapi kami sudah kehilangan dua penyerang terbaik kami dan tampaknya kami tak bisa mengatasi hal itu," sebut Evans.

(krs/raw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads