Shakhtar Donetsk tidak kaget ketika undian babak 16 besar Liga Champions mempertemukan mereka dengan Bayern Munich. Malah, mereka menganggapnya sebagai ujian dan ajang untuk unjuk kemampuan.
Sebelum undian di Nyon, Senin (15/12/2014), tersebut dilakukan, gelandang Shakhtar, Taras Stepanenko, mengharapkan timnya bertemu dengan Real Madrid. Namun, keinginannya itu tidak terkabulkan. Shakhtar malah bertemu dengan Bayern.
Bayern ataupun Madrid jelas bukan tim sembarangan. Keduanya adalah juara Liga Champions dalam dua musim terakhir. Kendati demikian, Stepanenko menganggap bahwa laga melawan tim besar seperti mereka bakal menantang dan mengasyikkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melawan tim top Eropa adalah sesuatu yang bagus. Laga-laga seperti itu merupakan kesempatan kami untuk membuktikan diri di hadapan tim-tim yng dihormati dan punya banyak kesuksesan," ujar Srna di situs resmi klub.
"Tidak ada gunanya takut dengan Bayern."
"Kami menghormati klub dan pemain-pemain mereka. Tapi, kami juga layak berada di fase ini (babak 16 besar, red). Kami punya 180 menit untuk membuktikan kemampuan kami dan meraih hasil positif."
"Secara teori, Bayern adalah favorit. Tapi, itu tidak berarti apa-apa," kata Srna.
Shakhtar lolos sebagai runner-up Grup H --di bawah FC Porto. Dari enam laga di grup, mereka menang dua kali, imbang tiga kali, dan kalah satu kali.
Shakhtar melangkahi Athletic Bilbao dan BATE Borisov yang harus puas finis di urutan ketiga dan keempat.
(roz/din)











































