Asumsi Luiz bukan tanpa alasan. Sejauh ini The Blues masih berpeluang meraih titel juara di kancah domestik dan Eropa.
Tim arahan Jose Mourinho itu nyaman di singgasana liga dengan keunggulan tujuh angka dari saingan terdekatnya, Manchester City dan maju ke final Piala Liga Inggris. Di Liga Champions, Chelsea lolos ke fase knockout dengan meyakinkan usai keluar sebagai juara grup tanpa terkalahkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan kedatangkan Diego Costa -- seorang pejuang lini depan yang selalu ingin mencetak gol dan beradu dengan para bek -- dan kelanjutan yang didapatkan dari (Jose) Mourinho di krusi pelatih, logis jika Chelsea lebih kuat pada musim ini."
PSG akan menjamu Chelsea di Parc des Princes pada laga leg I babak 16 Besar, 17 Februari 2015. Ini menjadi pertemuan kedua tim untuk kedua kalinya secara berturut-turut sekaligus menandai reuni Luiz dengan mantan klub yang sempat dibelanya selama tiga setengah musim.
Pada musim lalu, Luiz membantu 'Si Biru' maju ke semifinal usai menyingkirkan PSG dengan agregat 3-3 (lolos lewat aturan gol tandang). Namun, kini Luiz berada di pihak yang berlawanan.
"Tersingkirnya PSG pada musim lalu sangat sulit diterima karena tergantung pada gol tandang. Kami harus bermain sesuai kekuatan kami: menyerang, bermain untuk menang. Aku percaya dengan timku," lanjut pemain internasional Brasil itu.
"Kami tahu Chelsea adalah tim yang berpengalaman yang sudah memenangi Liga Champions. Mereka sudah terbiasa dengan ini, dan mereka mengalahkan PSG pada musim lalu. Tapi kami tidak boleh terlalu memikirkannya. Kami harus memperlihatkan dan meningkatkan level kami, dan bermain dengan segenap kekuatan kami di atas lapangan."
(rin/krs)











































