Cesc Fabregas benar-benar dikembalikan ke khittahnya sejak bergabung dengan Chelsea. Imbasnya, Fabregas unjuk gigi dengan menjadi gelandang subur assist.
Ketika Fabregas baru tiba di Chelsea, Jose Mourinho --dengan gaya ceplas-ceplos khasnya-- menuding Barcelona tidak mempergunakan Fabregas sebaik-baiknya. Ya, di Barca Fabregas memang kerap dimainkan sebagai gelandang serang atau bagian dari trisula di lini depan sebagai false nine.
Sementara, menurut Mourinho, itu bukanlah posisi dan peran terbaik Fabregas. Oleh Mourinho, Fabregas kembali dimainkan sebagai gelandang tengah yang bertindak sebagai poros. Dia berada di jantung permainan Chelsea bersama dengan Nemanja Matic.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 22 kali bermain di Premier League musim ini, Fabregas sudah menyumbang 15 assist. Jumlah itu jauh melampaui Leighton Baines dan Gylfi Sigurdsson yang berada di posisi kedua daftar penoreh assist terbanyak Premier League musim ini. Baik Baines ataupun Sigurdsson baru menorehkan 8 assist.
Di kancah Eropa, tepatnya di Liga Champions, Fabregas juga menempati urutan teratas penoreh assist terbanyak. Dari enam kali bermain di Liga Champions musim ini, Fabregas sudah membuat 4 assist.
Namun, di Liga Champions dia tidak berdiri sendirian. Gelandang Atletico Madrid, Koke, juga sudah menorehkan 4 assist dari enam kali bertanding sejauh ini. Hanya saja, jumlah menit bermain Fabregas lebih sedikit. Jika Koke sudah bermain 540 menit, Fabregas bermain 492 menit.
Rekan satu tim Fabregas, Eden Hazard, menempati urutan ketiga daftar penoreh assist terbanyak Liga Champions musim ini. Dari lima kali bermain musim ini, Hazard sudah menyumbang 3 assist.
Posisi keempat ditempati oleh gelandang Olympiakos, Pajtim Kasami. Sama dengan Hazard, Kasami menorehkan 3 assist. Namun, Kasami melakukannya dalam enam kali bermain.
(roz/krs)











































