Tepatnya pada 4 Februari lalu Dortmund menelan kekalahan pahit atas tim lemah FC Augsburg. Hasil yang didapat di kandang sendiri itu membuat skuat besutan Juergen Klopp makin lengket dengan dasar klasemen.
Dortmund yang memang sangat tidak meyakinkan di Bundesliga sepanjang musim ini akhirnya bangkit. Tiga kemenangan beruntun pun berhasil didapat masing-masing atas SC Freiburg, Maniz, dan VfB Stuttgart. Kemenangan-kemenangan itu jadi bekal oke Marco Reuss dkk saat harus bertamu ke Juventus untuk menjalani leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tahu kalau besok lusa (setelah laga dengan Juventus) pertarungan kami menjauhi degradasi akan kembali dilanjutkan. Tapi besok malam, Anda tidak akan melihat kami yang berjuang menjauhi degradasi di Bundesliga," seru Klopp di situs resmi UEFA.
Pernyataan Klopp bukan sekadar ajang perang urat syaraf pada Juventus. Faktanya, di musim ini Dortmund seperti punya dua kepribadian berbeda di Bundesliga dan Liga Champions.
Jika di kompetisi domestik Dortmund jeblok, maka di Eropa penampilan mereka jauh membaik.
Dortmund menyudahi fase grup sebagai pemuncak klasemen. Mereka mengumpulkan 13 poin hasil empat kemenangan, serta masing-masing sekali imbang dan kalah.
(din/raw)










































