Lini belakang Arsenal menjadi sektor yang paling menjadi perhatian Arsene Wenger usai kekalahan dari AS Monaco. Cara bertahan yang seperti 'bunuh diri' disebutnya menjadi penyebab utama kekalahan.
Arsenal dipaksa mengakui keunggulan Monaco di leg pertama babak 16 besar Liga Europa. Bertanding di Emirates Stadium, Kamis (26/2/2015) dinihari WIB, The Gunners dibuat takluk 1-3 oleh tim tamu.
Arsenal tertinggal lebih dulu setelah tembakan Geoffrey Kondogbia di menit ke-38 membentur Per Mertesacker dan masuk ke gawang David Ospina. Berupaya untuk menyamakan kedudukan di awal babak kedua, Arsenal justru kembali kebobolan setelah Dimitar Berbatov mencetak gol di menit ke-53.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harapan Arsenal sempat hidup kembali setelah Alex Oxlade-Chamberlain mencetak gol di masa injury time. Tapi, Yannick Ferreira Carrasco memberi pukulan telak untuk Arsenal lewat golnya di penghujung pertandingan.
Gol ini kembali berawal dari serangan balik, kali ini setelah Oxlade-Chamberlain kehilangan bola. Bernardo Silva yang berhasil merebut bola kemudian mengirim umpan terobosan kepada Carrasco yang luput dari pengawalan. Masuk hingga ke dalam kotak penalti, Carrasco yang punya cukup ruang tembak kemudian melepaskan tembakan kaki kanan ke arah tiang jauh yang tak bisa dijangkau oleh Ospina.
Akibat kekalahan ini, penampilan lini belakang Arsenal mendapat sorotan tajam dari Wenger. Cara bertahan Arsenal disebutnya seperti bunuh diri.
"Selamat untuk Monaco, mereka mendapat hasil yang sempurna. Kami melewatkan peluang dan sedikit fatal dalam bertahan. Kami tidak beruntung karena gol pertama dibelokkan, tapi yang kedua dan ketiga itu bunuh diri," sahut Wenger seperti dikutip situs resmi UEFA.
"Sepertinya kami sudah kehilangan kestabilan dan rasionalitas di atas lapangan. Hati mengambil alih pikiran, dan di level ini itu tidak berguna," lanjut manajer asal Prancis itu.
"Kami menguasai permainan tapi saya percaya bahwa dalam bertahan, kami tidak di level yang tepat. Kelemahan kami ada pada mentalitas. Kami bermain terburu-buru dan terlalu tidak sabar. Ini adalah pertemuan untuk 180 menit."
"Keseimbangannya tidak tepat karena kami selalu harus menyerang. Ketika kami kehilangan bola, kami terekspos secara fisik, dan ini bukan malam terbaik untuk lini belakang kami," katanya.
Pertandingan leg kedua di kandang Monaco pada 17 Maret mendatang bisa dipastikan jadi laga berat untuk Arsenal. Theo Walcott dkk. butuh kemenangan paling tidak dengan skor 3-0 jika ingin lolos ke perempatfinal.
(nds/mrp)











































