Momen Spesial Atletico dalam Adu Penalti dan Peran Jan Oblak di Dalamnya

Momen Spesial Atletico dalam Adu Penalti dan Peran Jan Oblak di Dalamnya

Kris Fathoni W - Sepakbola
Rabu, 18 Mar 2015 12:49 WIB
Momen Spesial Atletico dalam Adu Penalti dan Peran Jan Oblak di Dalamnya
Getty Images/Gonzalo Arroyo Moreno
Madrid -

Atletico Madrid masih berderap maju di Liga Champions usai menang adu penalti dari Bayer Leverkusen, yang rupanya menghadirkan sebuah pengalaman pertama untuk si wakil Spanyol.

Menjalani partai leg kedua babak 16 besar Liga Champions di kandang sendiri, Rabu (18/3/2015) dinihari WIB, Atletico mengusung misi untuk membalikkan ketinggalan 0-1 setelah kalah di markas klub Jerman tersebut.

Di dalam pertandingan, Mario Suarez berhasil menjebol gawang Leverkusen di menit ke-27 untuk membuat kedudukan agregat menjadi sama kuat 1-1. Di sisa waktu, bahkan sampai extra time, tak ada lagi gol yang tercipta sehingga memaksa laga memasuki adu penalti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam adu tos-tosan tersebut Colchoneros kemudian berhasil memastikan tiket perempatfinal setelah mengatasi Leverkusen dengan kemenangan 3-2. Rupanya juga ada hal spesial yang terselip di dalamnya.

"Atletico meraih kemenangan adu penalti pertamanya dari tiga percobaan. Kalah dari Fiorentina pada Piala UEFA 89/90 dan Derby County Piala UEFA 74/75," tulis Infostrada Live.

Di adu penalti, apalagi yang bersejarah seperti ini, seorang kiper lazimnya digadang jadi pahlawan. Tetapi Jan Oblak, yang tampil di bawah mistar gawang Atletico setelah menggantikan Miguel Moya yang cedera di menit ke-23, menolak label tersebut.

"Aku bukanlah pahlawan. Semua di stadion ini-lah pahlawannya," kata Oblak di AS.

Oblak menggagalkan eksekusi Hakan Calhanoglu, sedangkan tendangan Oemer Toprak dan Stefan Kiessling untuk Leverkusen tidak menemui sasaran sehingga tidak memaksa Oblak untuk melakukan penyelamatan. Apapun juga, Oblak tetap dinilai pegang peranan besar.

"Jan Oblak? Ia kiper yang bagus. Aku tahu saat ia masuk ia bakal tampil baik dan saya pun memberinya ucapan selamat," sebut pemain depan Atletico Antoine Griezmann di Football Espana.

"Oblak? Ia pantas dapat pujian. Tidaklah mudah ketika Anda sedang tidak bermain, tapi ia sudah tampil baik dan berperan penting buat kami. Kami akan membantunya tumbuh, ia bisa jadi kiper kami untuk bertahun-tahun," sambung Fernando Torres.

Selepas kepulangan Thibaut Courtois ke Chelsea musim panas lalu, Atletico langsung mendatangkan Oblak (22 tahun) dan Moya (30 tahun) yang sama-sama berposisi sebagai kiper.

Ditilik dari kans tampil, Moya kini masih relatif diplot jadi kiper utama dibandingkan Oblak. Menurut catatan Whoscored dan Soccerway, Moya saat ini sudah tampil 2430 menit dari 27 partai La Liga, 563 menit dari 7 partai Liga Champions, dan 180 menit dalam Piala Super Spanyol. Sedangkan Oblak belum pernah tampil di La Liga, baru 187 menit tampil di Liga Champions, dan 540 menit di Copa del Rey.

(krs/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads